JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pelaksanaan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2024 diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk mengembangkan ekosistem perbukuan di Tanah Air. Ketua panitia IIBF, Wedha Startesti Yudha, menekankan bahwa pameran ini bertujuan untuk menjadikan industri buku lebih accessible bagi masyarakat luas. Wedha menjelaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap industri perbukuan sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa buku dapat dijangkau dengan lebih mudah oleh masyarakat. "Kami berharap dengan adanya ekosistem perbukuan yang sehat, minat baca masyarakat, khususnya anak-anak, akan semakin meningkat," ujarnya saat acara pembukaan IIBF 2024 di Jakarta Convention Center. IIBF, yang diselenggarakan secara konsisten oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), berpotensi besar untuk menggalang minat baca di kalangan anak-anak. Sekalipun Indonesia telah mencapai angka melek huruf 100 persen, Wedha mencatat bahwa tidak semua orang memahami dan menikmati bacaan yang tersedia. "Kami berusaha memastikan bahwa buku-buku yang ada tidak terkesan mahal dan tetap terjangkau," imbuhnya. Dia menekankan bahwa pameran ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi beragam pilihan buku yang sebelumnya mungkin dianggap tidak terjangkau. "Kami ingin mengubah persepsi bahwa buku adalah barang mahal; kami ingin agar semua orang dapat datang dan melihat langsung," jelas Wedha. Dalam IIBF 2024, peserta juga akan disuguhkan dengan koleksi buku dari 15 negara, termasuk Malaysia dan Bahrain, untuk memperkaya pilihan bagi pengunjung. Ini diharapkan dapat memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memilih buku sesuai dengan preferensi masing-masing, sehingga menghindarkan mereka dari pengalaman buruk dalam memilih bacaan. Pameran ini tidak hanya menawarkan buku untuk orang dewasa, tetapi juga menyajikan aneka buku anak-anak. Beberapa program menarik juga akan digelar untuk menggaet minat baca anak-anak. "Ada wisata literasi yang diikuti oleh lebih dari 60 sekolah dengan total 3.000 siswa dan 400 guru. Mereka akan diajak mendengarkan cerita dan berkeliling pameran. Di hari terakhir, kami akan mengadakan lomba cosplay yang bakal menambah keseruan. Selain itu, ada juga lomba mewarnai untuk anak-anak di minggu pagi," kata Wedha. Ia juga berharap keberadaan penerbit internasional dalam pameran ini dapat membuka kesempatan bagi penerbit lokal untuk terlibat dalam pasar global. Ini diharapkan bisa menguntungkan bagi kedua pihak apabila buku-buku mereka diterjemahkan ke dalam bahasa asing. IIBF 2024 dijadwalkan berlangsung dari tanggal 25 hingga 29 September di Hall Cendrawasih Jakarta Convention Center. Acara ini akan mencakup berbagai kegiatan, seperti pameran buku, peluncuran buku, pertemuan dengan penulis, sesi tanda tangan penulis, diskusi, dan seminar. ANTARA