BORNEONEWS, Seruyan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan serius menangani pembangunan jalan refresentatif khusus bagi warga desa pedalaman yang wilayahnya berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), tepatnya memasuki daerah Nanga Pinuh, Kabupaten Melawi, Kalbar. Jadi Pemkab Seruyan tidak hanya berkonsentrasi pada perbaikan dan pembangunan jalan tembus antarkecamatan.

"Ada sepanjang 15 kilometer lebih, bahu jalan yang kita bangunkan untuk masyarakat yang tinggal di wilayah desa pedalaman Kecamatan Hulu. Lokasi pembuatan jalan dimulai dari Desa Tumbang Manjul hingga memasuki kawasan daerah perbatasan. Pembangunan jalan itu, dengan harapan warga dapat lebih mudah melakukan kegiatan perekonomian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang tinggal di provinsi tetangga itu," kata Bupati Seruyan, Sudarsono, Selasa (9/8/2016).

Bupati Sudarsono sangat memaklumi mata rantai perekonomian antara warga pedesaan di Seruyan dengan warga Kalbar khususnya yang tinggal pada wilayah perbatasan, itu tidak bisa dipisahkan. Mengingat jauhnya akses tempuh warga desa di sana untuk menyambangi pusat kota kecamatan hingga ibu kota Kabupaten Seruyan.

"Kita hanya ingin memberi kemudahan bagi warga di sana. Akhir tahun nanti jika tidak ada kendala pembangunan jalan di lapangan, kita yang dari Kuala Pembuang bisa langsung menggunakan mobil memasuki daerah perbatasan Kalbar secara langsung. Sebab pemkab ingin membuka keterisolasian daerah dari arus dan jasa," ujar Sudarsono.

Selama tiga tahun masa pemerintahannya bersama Yulhaidir, Wakil Bupati Seruyan, pihaknya menangani akses jalan penghubung mencapai kurang lebih sepanjang 500 kilometer. Dari total panjang itu, terdapat 90 kilometer, jalan penghubung baru, mulai Desa Baung Kecamatan Seruyan Hilir hingga Desa Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau yang dibangun selama pemerintahan Sudarsono-Yulhaidir.

"Pembangunan jalan baru itu sekarang masih tersisa sepanjang delapan kilometer mulai dari Desa Parang Batang hingga Desa Tanjung Hanau Kecamatan Hanau," ujar Sudarsono.

Bupati kembali menambahkan, penanganan masalah infrastruktur jalan hingga jembatan yang selama ini sudah ditangani, sudah menunjukan hasil manfaat yang bisa dirasakan langsung masyarakat.

Contohnya seperti pada ruas jalan penghubung Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir mencapai Desa Telaga Pulang Kecamatan Danau Sembuluh.

"Jalan Kuala Pembuang - Telaga Pulang sekarang sudah mulai operasional dan bisa dipergunakan masyarakat, terutama para pekerja perkebunan sawit untuk bolak balik menuju Kuala Pembuang. Jarak jalan itu sepanjang 93 kilometer. Sebanyak 14 kilometer di antaranya sudah dilakukan pengaspalan hotmix dan 10 kilometer masih berupa agregat. Sebagian besar panjang jalan sisanya belum tersentuh agregat, tapi masih mudah dilalui kendaraan. Saya berharap selama masa pemerintahan kami, program infrastruktur ini dapat terselesaikan dengan baik," jelas Sudarsono. (PARNEN/N).