KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbun) Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja menyalurkan sebanyak 200 ribu bibit kopi jenis *robusta* untuk mendongkrak produksi serta produktivitas dalam sektor perkebunan dan hortikultura. Program ini ditujukan kepada petani yang berada di dua kabupaten di Bumi Anoa, yaitu Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Selatan. Kepala Bidang Perkebunan Disbun Sultra, Akbar Effendi, mengungkapkan bahwa masing-masing kabupaten menerima 100 ribu bibit kopi. Penyaluran bibit ini dilakukan secara cuma-cuma, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas serta hasil produksi para petani setempat. Permintaan akan bahan baku kopi di pasar ekspor dari Sultra tergolong tinggi, sehingga langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Selain penyaluran bibit kopi, Disbun Sultra juga menyediakan sebanyak 80 ton pupuk organik yang dibagi rata, dengan masing-masing kabupaten mendapatkan 40 ton. Akbar menyatakan bahwa distribusi ini merupakan wujud perhatian pemerintah dalam sektor pertanian, agar dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok tani swadaya di daerah ini. Ia menekankan pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan yang optimal dari bibit yang diberikan. Syarat untuk mendapatkan bibit gratis ini adalah bahwa kelompok tani harus memiliki surat keputusan (SK) penetapan dari desa atau kelurahan. Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk mengajukan proposal permohonan kepada Dinas Perkebunan dan Hortikultura. Para kelompok tani yang ingin berpartisipasi juga harus memiliki lahan yang terdaftar dalam aplikasi sistem informasi manajemen penyuluhan pertanian atau yang disebut *Simultan*. Dalam sistem ini, kami sudah mencatat data petani beserta lahan yang mereka miliki. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk memantau perkembangan dan menyediakan bantuan teknis yang diperlukan. Petani yang terdaftar juga akan menerima pendampingan dari penyuluh pertanian secara rutin. Melalui upaya ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kalangan petani lokal. Begitu pentingnya program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di wilayah tersebut. ANTARA