JAKARTA –
**Borneonews - Dekai, Yahukimo**, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Infanteri 6 Marinir di bawah Komando Operasi Habema melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi anak-anak di Kampung Muara. Kegiatan ini berlangsung selama patroli rutin yang dilakukan di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini. Panglima Komando Operasi Habema, Brigjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya komunikasi sosial yang diadakan secara teratur oleh prajurit TNI. Tujuannya adalah untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat di daerah tugas mereka. Menurut Brigjen Lucky, inisiatif dari Satgas Batalyon Infanteri 6 Marinir untuk berinteraksi dengan anak-anak di Kampung Muara menunjukkan komitmen TNI dalam melaksanakan komunikasi sosial yang inklusif. Hal ini juga sejalan dengan kontribusi TNI untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Pada hari Selasa, 24 September, pasukan dari Pos Bravo yang dipimpin oleh Letda Marinir Alter melaksanakan patroli dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan Mobile RI-Papua Nugini. Saat berpatroli, mereka tidak hanya memperhatikan keamanan tetapi juga berinteraksi dengan anak-anak di Kampung Muara. Para prajurit TNI berbincang dengan anak-anak tersebut dan memberikan informasi bahwa wilayah mereka tergolong aman dan kondusif untuk ditinggali. Interaksi antara prajurit dan anak-anak tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi. Salah satu anak bernama Simon Tabuni menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para prajurit atas perhatian yang mereka berikan. "Terima kasih Komandan Marinir. Tuhan memberkati," ucap Simon yang turut menggambarkan kegembiraannya. Dalam laporan yang sama, Komandan Satgas Batalyon Infanteri 6 Marinir, Letkol Marinir Rismanto Manurung, menjelaskan bahwa kegiatan dalam berpatroli bukan sekadar pengamanan. Melainkan juga sebagai kesempatan untuk memahami kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Para prajurit diminta untuk memanfaatkan waktu saat bertugas untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan warga setempat, sehingga terjalin ikatan yang kuat antara TNI dan masyarakat. ANTARA