**Borneonews - Jakarta**, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina, menyatakan keyakinannya bahwa penyebaran nyamuk *Aedes aegypti* yang mengandung bakteri *Wolbachia* dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ibu kota. Ia menuturkan bahwa metode ini bisa memberikan perubahan positif, terutama di area yang sering mengalami lonjakan kasus DBD.
Elva menjelaskan bahwa keberadaan bakteri *Wolbachia* dalam tubuh nyamuk *Aedes aegypti* memiliki potensi untuk menekan replikasi virus dengue. Dengan penurunan replikasi ini, kemampuan nyamuk untuk menyebarkan virus penyebab demam berdarah pun dapat berkurang. Oleh karena itu, ia berharap agar Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pengawasan yang ketat terhadap uji coba pelepasan nyamuk tersebut.
Menurut Elva, pengawasan ini penting guna memastikan bahwa uji coba yang dilakukan dapat secara efektif menekan angka kasus DBD. Ia menekankan pentingnya melanjutkan penelitian berkelanjutan setelah uji coba ini, guna membuktikan bahwa *Wolbachia* benar-benar efektif dalam mengurangi penyebaran DBD.
Lebih lanjut, Elva juga meminta agar Dinas Kesehatan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti kader juru pemantau jentik (jumantik), posyandu, dan juga masyarakat di tingkat RT/RW serta lembaga pendidikan, untuk intensif melakukan sosialisasi tentang manfaat positif dari nyamuk *Aedes aegypti* ber *Wolbachia*. Dia menilai penting untuk melakukan edukasi ini minimal seminggu sebelum uji coba dimulai, agar masyarakat tidak panik dan paham akan manfaat dari program yang akan dijalankan.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa teknologi penyebaran nyamuk *Aedes aegypti* ber *Wolbachia* akan mulai diujicoba di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada tanggal 27 September 2024. Untuk mendukung implementasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sekitar 1.400 ember yang berisi telur-telur nyamuk *Aedes aegypti* ber *Wolbachia*.
Setiap dua minggu sekali, pemantauan akan dilakukan untuk memonitor perkembangan populasi nyamuk tersebut, dengan harapan jumlahnya bertambah dan mampu menurunkan kasus demam berdarah di DKI Jakarta secara signifikan. Berdasarkan studi dari Universitas Gadjah Mada, penggunaan nyamuk *Aedes aegypti* ber *Wolbachia* dapat menurunkan kejadian DBD hingga 77 persen, dan mengurangi jumlah pasien yang memerlukan perawatan inap hingga mencapai 86 persen.
ANTARA
Optimisme DPRD DKI Jakarta Terhadap Nyamuk Wolbachia untuk Reduksi DBD
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







