**Borneonews - Jakarta**, Tenaga Profesional Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Edy Prasetyono, mengungkapkan bahwa strategi geopolitik Indonesia saat ini menekankan pada dua hal utama, yaitu stabilitas kawasan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Edy menjelaskan, fokus utama dari strategi ini adalah menjaga stabilitas di seluruh kawasan serta mencegah terjadinya konflik. Menurutnya, tanpa stabilitas, pertumbuhan ekonomi yang diharapkan tidak akan tercapai, karena hal tersebut hanya dapat terwujud dalam kondisi damai dan dengan adanya kerjasama regional yang baik.
Lebih lanjut, Edy juga mencatat bahwa terdapat pengaruh signifikan dari negara-negara besar yang beroperasi di kawasan tersebut. Kompetisi antar negara besar sangatlah ketat, ujarnya, menggambarkan dinamika yang terjadi antara berbagai negara dengan kepentingan masing-masing.
Berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, Edy menyebutkan bahwa sekitar 90 persen perdagangan Indonesia sangat bergantung pada jalur laut. Oleh sebab itu, kolaborasi antara negara terkait keamanan maritim dianggap penting untuk menciptakan suasana perdagangan yang lebih kondusif yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kerjasama antar negara tentu akan memberikan dampak positif, tambahnya.
Edy juga mengingatkan bahwa dalam sepuluh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo, ada banyak upaya yang telah dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pendekatan geopolitik yang komprehensif. Ia menilai bahwa Jokowi telah berhasil menjaga keseimbangan antara kebutuhan untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperjuangkan kepentingan ekonomi Indonesia.
Dalam konteks ke depan, Edy menyampaikan bahwa presiden terpilih, Prabowo Subianto, diharapkan akan melanjutkan perjuangan yang telah dibangun oleh Jokowi. Walaupun kemungkinan ada perbedaan dalam pendekatan, Edy meyakini bahwa posisi Indonesia dalam geopolitik global akan tetap bebas aktif.
Perbedaan pendekatan yang dimaksud, lanjut Edy, adalah bahwa Prabowo cenderung menggunakan pendekatan yang lebih kosmopolitan, sementara Jokowi mengedepankan pendekatan yang berbasis budaya dalam kebijakan luar negeri. Dengan demikian, transisi kepemimpinan ini dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat wengkuhan Indonesia di pentas global.
ANTARA
Strategi Geopolitik Indonesia Menjaga Stabilitas dan Ekonomi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







