JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Komisi Keberlanjutan Internasional yang berada di bawah naungan Federasi Balap Motor Internasional (FIM), Kattia Juarez Dubon, menilai bahwa Kejuaraan Dunia Balap Motor Listrik *MotoE* memiliki potensi yang besar untuk menarik lebih banyak penonton di masa mendatang. Pendapat ini mencuat bersamaan dengan meningkatnya minat publik terhadap kendaraan dan teknologi yang lebih ramah lingkungan, terutama yang memfokuskan pada penggunaan energi listrik. Dubon menyatakan, seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin berpaling ke sumber energi listrik dan solusi ramah lingkungan lainnya. Tujuannya, diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Ia mengungkapkan, "Orang-orang mulai melihat pentingnya beralih ke energi yang lebih bersih demi lingkungan yang lebih baik." Ketika ditanya mengenai potensi *MotoE* untuk meraih lebih banyak penggemar seperti yang dimiliki oleh *MotoGP*, Dubon menjelaskan bahwa perjalanan menuju tingkat popularitas yang tinggi masih sangat panjang. "Mencapai kesetaraan dengan *MotoGP*, yang merupakan kategori tertinggi dalam kejuaraan dunia balap motor, memang bukan hal yang mudah untuk *MotoE*," tambahnya. Meskipun demikian, Dubon optimis bahwa kategori balap motor listrik ini semakin menarik minat publik, dengan audiens yang berbeda dari penggemar *MotoGP* selama ini. Dia melanjutkan, "Kami di federasi terus berusaha untuk memperkenalkan kelas balap motor listrik ini secara lebih luas, dengan didasari oleh riset dan regulasi yang berkelanjutan." Federasi saat ini tengah melakukan riset dan pengembangan dalam beberapa aspek kunci, seperti baterai dan bobotnya, demi memastikan bahwa kompetisi *e-bike* dapat tumbuh dan berfungsi lebih baik di masa depan. "Kami membutuhkan penelitian yang mendalam mengenai berbagai elemen penting agar kompetisi ini semakin berkembang," ujar Dubon. *MotoE* merupakan salah satu inisiatif dari FIM untuk meningkatkan kesadaran mengenai keberlanjutan dalam olahraga motor, dengan tujuan menjadikannya lebih ramah lingkungan. Dubon menambahkan, "Dulu, olahraga ini kurang memerhatikan isu keberlanjutan. Sudah berlangsung selama 30 tahun sejak kami mulai menghadapi berbagai tantangan terkait isu ini, terutama krisis iklim dan dampaknya terhadap olahraga." Federasi pun terus menjalankan penelitian, mencari informasi, dan bekerja sama dengan komisi teknis untuk mengembangkan bahan bakar yang ramah lingkungan dan mengurangi polusi suara, serta melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya keberlanjutan dalam olahraga motor. "Kami percaya bahwa sebagai bagian dari komunitas global, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam melindungi bumi," tutupnya. ANTARA