JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sedang mempersiapkan berbagai solusi untuk menangani masalah kemiskinan serta isu lainnya yang dihadapi oleh masyarakat Jakarta dalam rangka kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Upaya ini sangat penting, mengingat tantangan sosial ekonomi yang ada dalam kota megapolitan tersebut. Dari beberapa informasi yang berhasil dikumpulkan, ketiga pasangan calon ini mengusulkan strategi mulai dari penguatan penganggaran hingga perbaikan permukiman kumuh, demi menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan. Inisiatif ini dirasa perlu untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan warga Jakarta yang terdampak. Pasangan calon nomor urut satu, Ridwan Kamil dan Suswono, menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan sebanyak 70 solusi yang ditujukan untuk menangani permasalahan di Jakarta. Ridwan mengusulkan program penganggaran sebesar Rp200 juta untuk setiap Rukun Warga (RW). Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan, tetapi juga sebagai respon terhadap aspirasi dari Jaringan Rakyat Miskin Kota. Setiap Rukun Tetangga (RT) maupun RW yang bekerja secara optimal akan diberikan insentif untuk meningkatkan pendapatannya. Selain itu, mereka berencana untuk melakukan penataan kawasan kumuh demi meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan di Jakarta. “Kita hadirkan program yang saya sebut Rp200 juta per RW,” ungkap Ridwan Kamil saat mengunjungi TPU Karet Bivak di Jakarta Pusat. Selanjutnya, pasangan calon gubernur nomor urut dua, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana, dalam peresmian rumah aspirasi Kun Fayakun, mengatakan bahwa mereka akan membentuk tim pembina adab. Tim ini diproyeksikan untuk memperhatikan nasib guru honorer yang selama ini merasa terabaikan. Dharma menjelaskan, “Membentuk tim pembina adab untuk membina warga agar mendapatkan keterampilan. Kita pilih guru honorer karena mereka sudah memiliki kapasitas dalam mengajar.” Selain itu, Dharma juga berencana untuk mencabut batasan usia dalam kaitannya dengan dunia kerja. Ia percaya bahwa setiap individu berhak untuk hidup, yang berarti tidak seharusnya ada rekayasa kondisi yang dapat memicu tingginya tingkat pengangguran. “Saya tahu ke mana arahnya, saya tahu makna tersirat. Karena memang mau dibuat supaya banyak pengangguran,” jelasnya. Dharma juga mendengarkan aspirasi dari warga nelayan yang tinggal di Teluk Jakarta, sehingga menyatakan penolakannya terhadap tindakan reklamasi yang dapat mengancam keberadaan mereka. Ia berpendapat bahwa nelayan memiliki kemampuan untuk memberdayakan diri tanpa harus tergantung pada proyek yang membahayakan alam. Selanjutnya, perhatian juga akan diberikan kepada kelompok lanjut usia, ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta juru pemantau jentik (jumantik) dan individu lainnya yang juga memerlukan perhatian lebih dalam soal kesejahteraan. Pasangan calon gubernur nomor urut tiga, Pramono Anung dan Rano Karno, mengatakan bahwa mereka telah melakukan survei langsung ke lapangan untuk memahami lebih jauh permasalahan yang ada di Jakarta. Mereka bertemu dengan berbagai kalangan, termasuk sopir ojek online, kaum miskin kota, dan masyarakat di kampung-kampung di seluruh Jakarta. Pramono menekankan pentingnya menciptakan kemudahan dalam mencari pekerjaan. “Kami ingin membuat Jakarta menyala. Mau cari kerja enggak *ribet*, carinya di mana? Dengan bekerja sama, Insya Allah kita bikin Jakarta tidak *ribet*, yang jelas paslon tiga ini tidak mau ada *keribetan*. Kita bikin mudah, bikin *enjoy*, nyaman, dan bahagia, tetapi yang paling penting adalah kita akan bertarung gagasan untuk menjadikan Jakarta lebih baik,” ujarnya. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan untuk tahapan Pilkada 2024, masa kampanye akan berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024. Setelah itu, akan ada masa tenang dari 24 hingga 26 November sebelum pemungutan suara dilaksanakan pada 27 November 2024. Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara akan dilakukan antara 27 November hingga 16 Desember 2024. ANTARA