JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa proses repatriasi 288 artefak yang merupakan milik Indonesia dari Belanda adalah langkah penting dalam pemulihan identitas bangsa. Menurut Pareira, momentum ini sangat krusial untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengklaim kembali sejarah serta menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas negara. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta pada hari Rabu. Anggota DPR ini juga menilai bahwa pengembalian ratusan artefak ini merupakan bagian dari komitmen Belanda untuk mengakui sejarah Indonesia. Ia mengajak pemerintah untuk melindungi dan melestarikan artefak yang telah berhasil dikembalikan. Pareira berpendapat, artefak-artefak konkret ini menghidupkan kembali sejarah bangsa kita, serta memungkinkan generasi mendatang untuk menyaksikan dan menjelajahi warisan yang telah ada. Meski repatriasi kali ini merupakan pencapaian yang signifikan, ia menekankan bahwa Indonesia masih memiliki perjalanan panjang dalam upaya memulihkan warisan budaya, mengingat banyak artefak bersejarah yang tersebar di seluruh dunia. Ia mendorong pemerintah untuk mempercepat usaha dalam membawa kembali objek-objek bersejarah Indonesia yang masih berada di negara lain. Ia menegaskan, "Kita harus berusaha untuk mengembalikan artefak berharga lainnya yang masih berada di luar negeri. Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk melestarikan dan menghormati sejarah serta identitas bangsa Indonesia." Di antara ratusan artefak yang telah dikembalikan, terdapat empat patung Hindu-Buddha yaitu Bhairava, Nandi, Ganesha, dan Brahma, yang dibawa ke Belanda dari Pulau Jawa pada paruh pertama abad ke-19. Selain itu, beberapa koin, senjata, dan perhiasan yang diambil oleh pasukan kolonial Belanda setelah menaklukkan Badung dan Tabanan di Bali pada tahun 1906 juga termasuk dalam koleksi artefak yang berhasil direpatriasi. ANTARA