JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Puji Hastuti, menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif di Indonesia, terutama di Jakarta, memiliki potensi signifikan untuk menjaga kestabilan perekonomian. Di antara berbagai sub-sektor, ekonomi kreatif dalam bidang perfilman menjadi salah satu andalan yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam pemaparan yang disampaikan pada konferensi pers menjelang *Jakarta Film Week 2024* di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Puji menjelaskan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta pada tahun 2023 telah mencapai angka 10,51 persen. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya berada di angka 9 persen. Puji menekankan bahwa tren pertumbuhan ini menggambarkan betapa pentingnya sektor ekonomi kreatif bagi kestabilan ekonomi. Ia optimis meskipun Jakarta tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara dalam waktu dekat, perekonomian Jakarta akan tetap berkembang, salah satunya disokong oleh sektor ekonomi kreatif yang khususnya berkaitan dengan perfilman. “Dengan optimisme, kami meyakini bahwa DKI Jakarta akan terus stabil dan bahkan berkembang melalui sektor ekonomi kreatif, terkhusus dalam industri perfilman,” ungkap Puji. Ia juga menambahkan bahwa Disparekraf Jakarta aktif dalam mendukung kemajuan sektor ini dengan berbagai inisiatif, termasuk program Jakarta Film Week 2024. Program tersebut mencakup dukungan pendanaan serta kolaborasi dengan instansi terkait untuk membangun ekosistem perfilman yang lebih baik di Indonesia. Puji menekankan pentingnya festival film tersebut, menjelaskan, “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap memberikan dukungan pendanaan. Kami merasa bangga karena melalui Jakarta Film Week, kota ini tidak hanya menjadi pusat bagi sineas dan komunitas, tetapi juga berperan sebagai tuan rumah festival.” *Jakarta Film Week* adalah festival film tahunan yang sepenuhnya didukung oleh Disparekraf DKI Jakarta, berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Festival ini bertujuan untuk mempromosikan film-film karya anak bangsa sembari memperkenalkan keindahan pariwisata Indonesia. Melalui acara ini, Puji berharap bahwa film yang dihasilkan oleh para sineas lokal dapat lebih dikenal di dunia internasional serta sektor ekonomi kreatif menjadi pilar yang kokoh dalam mendukung perkembangan perekonomian DKI Jakarta menuju status sebagai kota global. “Komitmen kami adalah untuk memastikan komunitas film tetap eksis di Jakarta. Kami akan memberikan dukungan dalam hal pendanaan dan mempermudah perizinan produksi film melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang berwenang,” pungkasnya. ANTARA