KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara telah mengajak berbagai pihak, termasuk sejumlah media, untuk bersama-sama menangkal penyebaran berita hoaks dan isu SARA menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang dijadwalkan pada November 2024. Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sultra, Heri Iskandar, di Kendari, Rabu, menjelaskan bahwa pentingnya untuk melawan isu SARA dan berita hoaks ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Menurutnya, dampak dari penyebaran isu tersebut bisa merusak tatanan sosial dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) atau praktik politik uang. Di sisi lain, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Bahari, berusaha mendorong jurnalis untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang konstruktif. Selain itu, Bahari juga meminta dukungan media untuk membantu Bawaslu dalam memantau setiap tahapan pemilihan yang berlangsung. Pihak Bawaslu mengharapkan bahwa media dapat memberikan informasi awal terkait dugaan pelanggaran yang terjadi. Hal ini bertujuan agar Bawaslu dapat segera menindaklanjuti laporan-laporan tersebut. "Kami telah menerima beberapa informasi awal, terutama dari wilayah Kabupaten Konawe dan Buton Utara, dan akan segera melakukan langkah-langkah tindak lanjut," kata Bahari. Bahari juga memanfaatkan analisis peta kerawanan untuk mengetahui serta mengatasi potensi masalah yang mungkin muncul selama pemilu, memastikan agar pemilihan di Sulawesi Tenggara dapat berlangsung tanpa menimbulkan residu sosial yang merugikan. Dengan sinergi aktif antara media dan Bawaslu, diharapkan proses pemilihan dapat berlanjut dengan lebih bersih dan efektif, tanpa dampak jangka panjang yang dapat memengaruhi stabilitas sosial masyarakat. Untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap isu SARA dan hoaks, Bawaslu menekankan perlunya kerja sama yang erat dengan semua elemen masyarakat, termasuk media. Diharapkan media dapat berperan sebagai agen edukasi bagi publik mengenai pentingnya pelaksanaan Pemilu yang bersih serta memberikan pemahaman tentang bahaya politik uang dan pentingnya menjaga netralitas ASN. Lebih lanjut, media juga diharapkan untuk selalu memperbarui informasi terkait potensi kerawanan selama proses pemilihan. Melalui kerja sama yang solid antara Bawaslu, media, dan masyarakat, diharapkan agar proses pemilihan dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel. Seorang penggiat media dari Kendari, Mustakim, menekankan bahwa sikap kritis penting untuk dijaga agar masyarakat tidak terpengaruh atas berita-berita yang mengandung kebencian atau yang menyudutkan kelompok tertentu. Ia mengingatkan, "Masyarakat perlu lebih teliti dalam menerima informasi hoaks dan harus menjadi penggerak dalam penanggulangan berita-berita tersebut. Kita harus selektif dalam menentukan hal-hal yang penting untuk disebarluaskan." ANTARA