JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ekonom dari United Overseas Bank Limited (UOB), Enrico Tanuwidjaja, memberikan proyeksi mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan mencapai angka 5,2 persen pada tahun ini. Ia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 5,3 persen pada tahun 2025. Enrico menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional akan didorong oleh kebijakan fiskal yang strategis dan tepat sasaran. Hal ini penting, terutama di tengah tantangan yang terus berkembang di tingkat global. Ia mengungkapkan keyakinannya dengan menyatakan, "Kita *very confident*, mungkin angka 5,3 persen itu tergolong *quite pesimistic right now* untuk tahun 2025. Jika fiskal tetap terjaga, dan terjadinya *acceleration*, tentu bisa mencapai dekat 6 persen." Di dalam kesempatan ini, Enrico memberikan saran kepada pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo dan Gibran untuk menerapkan kebijakan fiskal yang memiliki dampak signifikan. Dia menekankan pentingnya fokus pada pembangunan infrastruktur, hilirisasi, serta sektor teknologi guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga, yang menyumbang sekitar setengah dari Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun demikian, ia tetap optimis bahwa Indonesia memiliki peluang pertumbuhan yang signifikan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, melalui investasi yang bernilai tambah serta kebijakan fiskal yang strategis untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas sektor ekonomi. Inisiatif pemerintah seperti hilirisasi mineral dan sektor pertambangan, pengembangan pariwisata, serta proses relokasi ibu kota ke Nusantara telah menjadi pendorong optimisme dalam masa mendatang. Enrico melihat bahwa faktor-faktor eksternal juga berperanan penting, dengan stabilitas aliran investasi asing langsung (FDI) dan surplus perdagangan yang kuat sejak tahun 2020, yang diyakini akan semakin mendorong pertumbuhan serta memperluas basis ekonomi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tahunan antara 7 hingga 8 persen dan merealisasikan visi Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045, dibutuhkan komitmen yang konsisten terhadap kebijakan fiskal, pengembangan pasar finansial, serta reformasi yang struktural. "Kami percaya bahwa langkah-langkah tersebut akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat serta tujuan utama investasi global," tuturnya. Enrico juga mengekspresikan keyakinannya bahwa nilai tukar Rupiah akan menguat di masa mendatang, didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah aliran modal asing yang masuk ke Indonesia, penurunan *Fed Fund Rate (FFR)*, serta kondisi neraca keuangan yang baik dan terjaga di dalam negeri. ANTARA