BATAM –
**Borneonews - Batam**, Harga tiket feri untuk rute perjalanan Batam-Singapura mengalami penurunan sebesar Rp30.000 dalam upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Kota Batam. Penetapan harga baru ini berlaku secara resmi mulai Selasa, 24 Juli. Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Riau, Junaidi, mengungkapkan bahwa penurunan harga tiket ini adalah hasil dari rapat yang dilakukan bersama Gubernur Ansar Ahmad pada Senin, 23 Juli. Sebelumnya, tiket feri untuk perjalanan ini dibanderol sekitar Rp760.000 dan kini menjadi Rp730.000. Junaidi menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun terdapat variasi harga berdasarkan kelas tiket yang dipilih, semua kelas tiket saat ini mengalami penurunan harga seragam sebanyak Rp30.000. "Harga tiket berbeda-beda di tiap kelas, namun semua akan turun sebanyak Rp30.000," tegasnya. Sebelum pandemi Covid-19, harga tiket untuk rute Batam-Singapura mengalami kenaikan yang signifikan dari tarif *one-way* yang awalnya berkisar antara Rp250.000 hingga Rp350.000, kini melonjak menjadi Rp500.000 hingga Rp550.000. Tidak hanya rute Batam-Singapura, Junaidi juga mencatat adanya kenaikan tarif untuk rute Batam-Johor sebelum dan sesudah pandemi, di mana tarif *one-way* sebelumnya Rp200.000 kini menjadi Rp300.000. Menindaklanjuti hal ini, pihaknya telah mengadakan rapat untuk mencari solusi demi meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam. “Sebagai kawasan perdagangan bebas, sangat penting bagi Batam untuk memanfaatkan situasi ini untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Singapura dan Johor. Dengan penurunan harga tiket ini, kami berharap arus kedatangan wisatawan akan kembali normal dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian daerah,” ujarnya. Dalam upaya lebih lanjut, Junaidi memastikan bahwa pihaknya juga berfokus pada efektivitas jadwal kapal feri yang beroperasi. “Dalam rapat kami dengan operator kapal feri, telah diusulkan beberapa perubahan dalam penjadwalan keberangkatan untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan,” tambahnya. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan layanan kepada penumpang, tetapi juga memperlancar arus transportasi di Pelabuhan Internasional Batam. Hasil dari rapat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk menyeimbangkan tarif tiket feri dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi di Kepulauan Riau. ANTARA