**Borneonews - Manado**, Hikmah, seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berasal dari Kelurahan Kilongan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berbagi pengalaman positifnya dalam memanfaatkan layanan kesehatan melalui aplikasi *Mobile JKN*.
Hikmah memulai ceritanya dengan menjelaskan bahwa ia sebelumnya terdaftar sebagai tanggungan orang tua, yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, setelah mencapai usia 25 tahun, Hikmah mendaftar sendiri sebagai peserta mandiri dengan kelas satu.
Meskipun baru terdaftar kurang dari satu tahun sebagai peserta mandiri, Hikmah sangat bersyukur karena seluruh biaya persalinan anak pertamanya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. "Pada saat itu, saya sedang hamil dan rutin melakukan kontrol di puskesmas sebelum melahirkan. Persalinan dilakukan di rumah sakit, dan semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan," katanya.
Prinsip gotong royong dalam BPJS Kesehatan memungkinkan peserta untuk saling membantu dalam menanggung biaya jaminan sosial. Sistem ini sangat bermanfaat bagi Hikmah, karena biaya persalinan yang tinggi dapat tercover meskipun ia baru membayar iuran selama kurang dari satu tahun. "Awalnya saya merasa jumlah iuran yang sudah dibayarkan belum sesuai dengan biaya persalinan. Apalagi saat itu saya menjalani operasi caesar, namun saya tetap mendapatkan perawatan yang seharusnya lebih mahal," tambah Hikmah.
Hikmah juga menggunakan Program JKN untuk persalinan anak keduanya. Ia menilai digitalisasi pelayanan BPJS Kesehatan melalui aplikasi *Mobile JKN* sangat memudahkan, terutama untuk antre secara daring, melakukan *skrining* riwayat kesehatan, dan berkonsultasi dengan dokter.
"Sejak tahun 2018, saya menggunakan aplikasi ini di *smartphone* saya. Pelayanan yang paling sering saya akses adalah pengambilan nomor antrean secara *online*. Ini sangat membantu, karena saya tidak perlu datang jauh-jauh ke puskesmas hanya untuk mendapatkan antrian lebih awal. Cukup ambil nomor antrean melalui *Mobile JKN*, dan saya bisa menunggu di rumah," ujarnya.
Hikmah juga memanfaatkan fitur *skrining* untuk mendeteksi risiko penyakit tertentu serta konsultasi dokter. Ia merasa sangat beruntung dengan kehadiran fitur-fitur digital ini yang mempercepat dan memudahkan akses layanan baik di kantor BPJS Kesehatan maupun di fasilitas kesehatan lainnya.
"Fitur-fitur ini sangat membantu saya, terutama dalam efisiensi waktu dan kemudahan akses. Banyak layanan dapat diakses tanpa perlu datang langsung, sehingga digitalisasi layanan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan sangat bermanfaat. Saya dapat mengakses pelayanan dengan mudah hanya dari rumah, sehingga saya, sebagai ibu rumah tangga yang juga bekerja, dapat meminimalisasi waktu yang dibutuhkan, tutup Hikmah.
ANTARA
Pengalaman Positif Peserta JKN Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN
Bagikan:

MANADO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Lamandau Tangani 3 Kasus Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 7,3 Hektare
Telur, Cabai dan Sayuran Ludes Terjual di Pasar Murah Kobar
Hingga Malam Hari Tim Damkar Kodam Tambun Bungai Lakukan Pemadaman di Kalampangan
DPRD Palangka Raya Terima Kunjungan DPRD Kotawaringin Barat
Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Pingaran Ilir Banjar
Prabowo Sebut Ekonomi RI Peringkat 7 Dunia
Komentar (0)
Memuat komentar…







