BORNEONEWS, Sampit - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Alang Ariyanto m,engungkapkan, penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur umum untuk tahun 2016 di daerah itu ditiadakan, begitu pula dengan pengangkatan honorer kategori II (K2) menjadi CPNS.

“Informasi dari Kemenpan dan RB, tahun ini hanya pengangkatan bidan PTT (pegawai tidak tetap) dan penyuluh pertanian oleh pemerintah pusat saja. Sementara penerimaan CPNS dari jalur umum kemungkinan tidak dibuka,” kata Plt Kepala BKD Kotawaringin Timur Alang Ariyanto, di ruang kerjanya, Selasa (9/8/2016).

Dia mengatakan tidak disediakannya formasi CPNS dari jalur umum disebabkan moratorium penerimaan pegawai baru, yang masih berlangsung hingga tahun ini. Kebijakan pemerintah pusat tersebut, lanjut Alang, relatif menyulitkan lantaran saat ini Pemkab Kotim kekurangan pegawai baru sekitar 3.615 pegawai.

“Setiap tahun jumlah ASN terus berkurang karena memasuki masa pensiun. Pembatalan rekruitmen CPNS ini cukup mempengaruhi beban kerja yang harus ditanggung. Yang paling banyak kekurangan adalah tenaga pendidik dan kesehatan,” katanya.

Kemungkinan baru ada penerimaan CPNS kata Alang yakni pada 2017 mendatang. Sesuai dengan nawa cita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dari data Badan Kepegawai Daerah Kotim, berdasarkan hasil analisis beban kerja (ABK) kebutuhan pegawai di Kotim pada 2016 sebanyak 9.846 orang. Sedangkan jumlah ASN/PNS yang dimiliki Kotim saat ini sesuai dengan data yang diinput oleh BKD sebnayk 6.330 pegawai, jadi kekurangan sekitar masih 3.615 pegawai.

Kekurangan itu ungkap Alang belum termasuk para pegawai yang akan memasuki masa pensiun serta yang mengajukan pensin dini atas permintaan sendiri. Sehingga setiap tahun pegawai Kotim akan terus menyusut.

“Dari data yang ada, pegawai yang akan memasuki masa pensun sekitar 202 orang. Berartikan kekurangan pegawai akan terus terjadi hampir setiap tahun,” kata Alang.

Di antara pegawai yang memasuki usia pensiun tersebut adalah pejabat eselon IIIA sekitar tujuh orang. Sedangkan untuk pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun pada 2016 tidak ada.

“Pada 2017 nanti baru ada pejabat eselon II yang akan pensiun. Pada tahun 2017 ada tiga pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun karena usia. Pada 2018 nanti juga ada satu pejabat eselon yang akan pension,” katanya. (RAFIUDIN/m)