JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan bahwa pameran internasional yang berfokus pada komponen manufaktur furnitur, yaitu *International Furniture Manufacturing Components Exhibition* (IFMAC), serta pameran mesin pengerjaan kayu, *Woodmac* 2024, diharapkan dapat menjadi motor penggerak untuk modernisasi dalam pengelolaan hasil hutan di Indonesia. Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK, Ristianto Pribadi, menyatakan pentingnya menampilkan berbagai produk dan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan hasil hutan. Ia menekankan bahwa modernisasi dalam sektor ini tidak hanya diperlukan, tetapi juga harus terus diperbarui agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ristianto menjelaskan, modernisasi peralatan dalam industri pengelolaan hasil hutan dapat berkontribusi pada optimalisasi nilai dari bahan baku yang digunakan. Selain itu, hal ini juga berperan penting dalam mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan selama proses produksi. Pihak KLHK juga menyerukan kepada para pelaku industri pengelolaan hutan untuk senantiasa menghadirkan inovasi guna menghadapi tantangan global, termasuk isu emisi gas rumah kaca yang menjadi perhatian utama saat ini. "Dengan demikian, kita juga berkontribusi pada pencapaian National Determined Contribution (NDC) Indonesia," tambahnya. Di sisi lain, Ketua Umum Indonesia Sawmill and Woodworking Association (ISWA), Wiradadi Soeprayogo, mengungkapkan bahwa permintaan furnitur, baik dari pasar domestik maupun internasional, masih menunjukkan tren positif. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat ekspor bahan baku industri furnitur. Wiradadi menekankan, industri furnitur Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung perkembangan industri ini melalui kemitraan strategis serta kolaborasi yang efektif. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia, Bambang Soepijanto, menilai pameran yang akan menampilkan beragam mesin untuk pengolahan kayu dan peralatan untuk komponen furnitur ini merupakan kesempatan bagi pengusaha, baik yang berskala besar maupun kecil, untuk melakukan rehabilitasi mesin yang mereka miliki. "Pameran ini membuka peluang yang baik bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan investasi di dalam negeri dan menerapkan rencana strategis baik jangka menengah maupun jangka panjang di sektor industri perkayuan, baik untuk pasar domestik maupun internasional," pungkas Bambang. ANTARA