MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Pemerintah Kota Makassar, yang terletak di provinsi Sulawesi Selatan, telah menyiapkan 5 juta liter air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga yang terpengaruh oleh kekeringan, terutama di wilayah utara kota. Upaya ini sebagai bentuk respons terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih dalam kondisi musim kemarau yang panjang. Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, melakukan tinjauan langsung terhadap proses penyaluran air bersih di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tallo, Makassar. Dalam pernyataannya, ia mengimbau kepada masyarakat yang terdampak kekeringan untuk bersabar. "Kami berupaya semaksimal mungkin dalam mendistribusikan air bersih ini. Kami sudah menyiapkan 5 juta liter air per hari," ujarnya. Lebih lanjut, Arwin menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas laporan yang diterima terkait antrean panjang yang terjadi dalam mendapatkan air bersih. "Ternyata, selama ini PDAM sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, namun kebutuhan masyarakat, baik dari pelanggan maupun nonpelanggan, telah meningkat pesat. Oleh karena itu, saya meminta agar masyarakat dapat bersabar," tambahnya. Arwin juga menekankan bahwa meskipun terdapat keterbatasan dalam penyediaan air bersih, pihaknya tetap berkomitmen untuk berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk mendukung upaya ini, ia berencana memerintahkan berbagai satuan kerja, termasuk BPBD, camat, dan lurah, untuk berkolaborasi dalam memfasilitasi akses masyarakat terhadap air bersih. “Insya Allah, kami akan bekerja sama dengan PDAM, BPBD, camat, dan lurah untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh air. Ini adalah komitmen kami," tegasnya. Selain itu, Arwin juga mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terkait kondisi air baku saat ini, agar warga lebih bijak dalam menggunakan air bersih. “Harapan kami adalah masyarakat dapat memanfaatkan air dengan bijak. Untuk keperluan mencuci atau keperluan lainnya yang tidak mendesak, bisa mempertimbangkan untuk menggunakan air tanah,” ungkapnya. Arwin pun berharap agar musim kemarau yang berkepanjangan segera berakhir dengan datangnya hujan, sehingga distribusi air bersih dapat kembali normal. Sementara itu, Direktur Utama PDAM Makassar, Beni Iskandar, menjelaskan bahwa kondisi kekeringan saat ini disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan, yang mengakibatkan berkurangnya pasokan air baku dari Bendungan Leko Pancing. Dalam upaya menghadapi situasi ini, PDAM telah melaksanakan program bantuan air bersih selama tiga minggu terakhir kepada masyarakat, terutama bagi pelanggan yang terdampak kekeringan. “Setiap hari, PDAM mendistribusikan sekitar 5 juta liter air bersih ke 30 titik di berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, dan Kecamatan Wajo,” katanya. Beni berkomitmen untuk terus memastikan bahwa PDAM Makassar dapat menyediakan air bersih secara optimal kepada masyarakat, meskipun di tengah tantangan kekeringan yang sedang melanda. ANTARA