JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, yang sering disapa Cak Imin, mengungkapkan bahwa Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji telah melaksanakan tugasnya dengan tingkat transparansi yang tinggi. Ia menegaskan pentingnya publik untuk menyaksikan proses kerja yang dilakukan oleh Pansus. Menurutnya, menjaga nama baik DPR sangatlah krusial, sehingga semua bahasan yang ada harus dibahas secara konsisten. Cak Imin juga memberikan peringatan kepada anggota Pansus agar tetap tegas dalam memberikan rekomendasi tanpa mengendorkan prinsip. Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi kinerja Pansus, guna memastikan bahwa hasil yang dicapai tetap sesuai dengan harapan. Meskipun demikian, Cak Imin menyatakan bahwa ia menyerahkan seluruh kewenangan kepada Pansus terkait proses pemberian rekomendasi. Ia pun mengakui tidak terlibat langsung dalam setiap diskusi yang diadakan oleh Pansus. Lebih lanjut, Cak Imin mengungkapkan bahwa ia telah mengirim undangan lebih dari sekali kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, agar hadir dalam rapat dengan Pansus. "Saya sebagai koordinator bidang kesejahteraan rakyat DPR RI terus berkirim undangan hingga yang ketiga. Terserah Pansus selanjutnya bagaimana menindaklanjuti hal ini," jelasnya. Sebelumnya, pada hari Senin, 23 September, Pansus telah mengundang Menteri Agama untuk memberikan keterangan terkait laporan pertanggungjawaban pelaksanaan ibadah haji tahun 2024. Namun, Menteri Agama terpaksa tidak bisa hadir karena memiliki agenda di *International Meeting for Peace* (IMP) di Prancis, di mana ia mewakili Presiden Joko Widodo. Akibat ketidakhadiran Menteri Agama, Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tersebut harus ditunda. Beberapa pihak terkait lainnya, seperti Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan, serta perwakilan dari maskapai Garuda Indonesia juga tidak dapat hadir dan hanya diwakili. ANTARA