GORONTALO –
**Borneonews - Kota Gorontalo**, Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan pertemuan untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan daerah Gorontalo. Pertemuan ini berlangsung di Kota Gorontalo dan bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai *travel and tourism strategy* di Indonesia serta peran penting pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata. Selliane Ishak, Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk berdialog, serta mendapatkan masukan dari pejabat pemerintah daerah terkait dengan pengembangan pariwisata di tanah air. Kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran ide dan gagasan di antara para pemangku kepentingan. Rapat koordinasi ini dimeriahkan dengan panel diskusi yang dihadiri oleh para pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak-pihak terkait lainnya. Terdapat tiga tema besar yang dibahas dalam diskusi tersebut. Pertama, potensi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo. Kedua, penerapan konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, dan ekonomi sirkuler. Ketiga, penjelasan mengenai *grand design travel and tourism strategy* serta daya saing pariwisata di provinsi tersebut. Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, turut menyampaikan beberapa kekhawatiran mengenai tingginya harga tiket pesawat domestik di Indonesia. Menurutnya, harga tiket yang tak terjangkau menjadi salah satu penghalang bagi pertumbuhan sektor pariwisata di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa tingginya harga tiket domestik membuat banyak orang lebih memilih destinasi wisata luar negeri atau tempat lain yang lebih terjangkau. "Di Gorontalo, meskipun kami memiliki potensi seperti destinasi wisata hiu paus, namun tingginya harga tiket membuat banyak pengunjung memilih untuk tidak datang. Mereka lebih memilih tempat yang lebih dekat dan terjangkau atau bahkan tempat yang lebih jauh tetapi harganya lebih kompetitif," ujar Rudy. Ia mencatat bahwa kunjungan wisatawan yang datang ke Gorontalo seringkali lebih dipengaruhi oleh faktor urusan dinas daripada kunjungan wisata biasa. Rudy berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini, sehingga sektor pariwisata di Gorontalo dapat berkembang dengan lebih baik ke depannya. ANTARA