JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), sebagai BUMN yang bergerak dalam sektor pembiayaan perumahan, telah memberikan dukungan dana pendampingan untuk penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (*FLPP*) kepada Bank DKI. Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan PT SMF, Heliantopo, menjelaskan bahwa mereka menyediakan dana pendampingan sebesar 25 persen untuk setiap penyaluran *FLPP*, sementara 75 persen sisanya berasal dari BP Tapera. Dengan demikian, dukungan ini memungkinkan Bank DKI, yang merupakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk Provinsi DKI Jakarta, untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan jangka panjang dalam sektor kepemilikan rumah atau apartemen. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih baik dan terjangkau bagi masyarakat berpendapatan rendah (*MBR*). Program *FLPP* tersebut mengedepankan subsidi bunga dan pendanaan yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh hunian yang layak dengan skema angsuran yang lebih ringan. Kerjasama ini melibatkan beragam lembaga, termasuk bank serta institusi keuangan, untuk memperluas kapasitas pembiayaan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu memperoleh tempat tinggal yang memadai. Henky Oktavianus, selaku Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, mengatakan bahwa dengan adanya dana pendampingan ini, mereka dapat meningkatkan kapasitas pembiayaan. Ia juga menekankan komitmen Bank DKI dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi angka kekurangan kebutuhan rumah, atau *backlog*. Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya untuk memperluas akses terhadap pembiayaan perumahan. Salah satu langkah yang diambil adalah menyederhanakan proses Kredit Pemilikan Rumah (*KPR*), serta mengoptimalkan analisis untuk mempercepat proses persetujuan. Selain itu, mereka juga memastikan bahwa informasi mengenai produk dan layanan disajikan secara jelas dan lengkap kepada masyarakat. Sebagai informasi, sampai dengan Juni 2024, penyaluran kredit dan pembiayaan oleh Bank DKI mencatatkan angka sebesar Rp53,56 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,88 persen dibandingkan periode sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp50,11 triliun, sesuai dengan laporan keuangan Bank DKI untuk periode Juni 2024 yang bersifat *unaudited*. ANTARA