**Borneonews - Jambi**, BPJS Kesehatan melaporkan bahwa sebanyak 3,4 juta warga Provinsi Jambi kini telah terdaftar sebagai peserta dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Data ini mencerminkan upaya serius dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jambi, Shanti Lestari, menjelaskan bahwa saat ini cakupan kepesertaan program JKN telah mencapai angka 91,03 persen dari total populasi Jambi yang berjumlah sekitar 3,7 juta jiwa berdasarkan data dari semester kedua tahun 2023. Hal ini berarti masih terdapat sekitar 337.401 orang di provinsi tersebut yang belum memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.
Namun, dari keseluruhan peserta yang terdaftar, baru sekira 65,49 persen atau sekitar 2 juta orang yang aktif berpartisipasi. Sementara itu, terdapat sekitar satu juta peserta lainnya yang terdaftar namun statusnya tidak aktif. Selain itu, BPJS Kesehatan menargetkan capaian Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2024 dapat mencapai 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta ditargetkan mencapai 75 persen.
Shanti Lestari optimis bahwa target UHC dan keaktifan peserta dapat tercapai sebelum tahun berakhir. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan kolaborasi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Dia mengharapkan agar semua jenis usaha, baik besar maupun kecil, untuk mendaftarkan karyawan mereka dalam program JKN.
Dalam waktu tiga bulan ke depan, Shanti meminta dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong pemda masing-masing agar mampu mencapai UHC hingga 98 persen. Hanya Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang saat ini menjadi perhatian khusus dalam pencapaian UHC di area yang dicover oleh BPJS Kesehatan Cabang Jambi. Sementara itu, Kota Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat telah berhasil mencapai status UHC. Kabupaten Muaro Jambi sedang dalam proses menuju UHC dan ditargetkan akan tercapai pada 1 Oktober 2024.
Dia menambahkan bahwa pihaknya tengah menunggu data dari pemerintah kabupaten terkait pencapaian UHC sebesar 98 persen. Untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur, diperlukan usaha yang lebih intensif untuk meningkatkan cakupan kepesertaan. Shanti menyatakan bahwa BPJS Kesehatan telah menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah kabupaten guna meningkatkan UHC dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah mengajak perusahaan swasta untuk ikut berpartisipasi dalam pendaftaran masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (*Corporate Social Responsibility*).
ANTARA
Capaian BPJS Kesehatan Jambi, 3,4 Juta Warga Terdaftar JKN
Bagikan:

JAMBI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
Pemprov Kalteng Siapkan Bantuan Pangan untuk Hampir 5.000 Penerima Terdampak Karhutla
Pemerintah Aktifkan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







