BATAM –
**Borneonews - Batam**, BPJS Kesehatan melaporkan bahwa sejumlah 1.245.504 warga Kota Batam, Kepulauan Riau, telah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (*JKN-KIS*). Angka tersebut mencerminkan sekitar 98 persen dari total populasi yang mencapai 1.260.785 orang. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam, Harry Nurdiansyah, menjelaskan pada sebuah pertemuan di Batam bahwa pendaftaran peserta *JKN-KIS* di kota ini didominasi oleh kelompok pekerja penerima upah (*PPU*), tercatat mencapai antara 600 hingga 700 ribu jiwa. Peserta tersebut termasuk di dalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan swasta, serta anggota badan usaha lainnya. Selain itu, terdapat juga kategori warga yang mendaftar secara mandiri dengan membayar iuran masing-masing, yang terbagi ke dalam tiga kelas: kelas tiga, dua, dan satu. Juga termasuk penerima bantuan dari pemerintah pusat, yang dikenal dengan istilah penerima bantuan iuran (*PBI*), serta dukungan dari pemerintah daerah. Harry menyatakan bahwa saat ini, Pemerintah Kota Batam juga memberikan anggaran bagi sekitar 60 ribu jiwa untuk kepesertaan *JKN-KIS*. Namun, jumlah ini bersifat fluktuatif, sehingga setiap bulan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah setempat. Mengenai kuota untuk peserta *JKN-KIS* melalui skema *PBI* dari Pemkot Batam, Harry menjelaskan bahwa kuota yang ada saat ini telah terpenuhi sesuai dengan kapasitas anggaran pemerintah. Dengan penuh percaya diri, ia menambahkan, "Secara kuota sudah memenuhi, bahkan sudah penuh. Namun, masih ada beberapa yang menunggu karena pengaturan ini diwujudkan sesuai kemampuan anggaran pemda. Dalam hal pembayaran *JKN-KIS*, kami tidak memiliki tunggakan, baik dari Kota Batam maupun Kabupaten Karimun." Untuk meningkatkan partisipasi warga dalam program *JKN-KIS* di Batam, BPJS Kesehatan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai lembaga dan instansi pemerintah daerah. "Di Kota Batam, ada sekitar 1-2 persen lagi warga yang belum terdaftar, yang sebagian besar berasal dari masyarakat umum. Ini merupakan tantangan bagi kami untuk memastikan bahwa, sesuai dengan arahan Wakil Presiden saat acara *UHC Award*, kami dapat mencapai target kepesertaan 100 persen," ungkapnya. ANTARA