**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hasil Musyawarah Luar Biasa, Anindya Bakrie, mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung pada hari Rabu dan dimulai sekitar pukul 15.55 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas beragam program yang sedang dijalankan oleh pemerintah saat ini, serta mendiskusikan inisiatif yang relevan untuk pemerintahan mendatang. Anindya menjelaskan pertemuannya ini merupakan bagian dari kegiatan yang lebih luas, yang ia sebut sebagai "safari" kepada mitra-mitra kerja, mengingat Kadin berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah berdasarkan ketentuan undang-undang.
Sebelum menghadiri pertemuan di Kemenko Perekonomian, Anindya juga mengunjungi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menemui Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi. Dalam konteks pertemuannya dengan Airlangga, Anindya membicarakan mengenai kondisi terkini perekonomian domestik dan juga postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang telah disepakati oleh pemerintah.
Anindya menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan ekonomi domestik menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, postur APBN untuk tahun 2025 memberikan berbagai asumsi dan peluang yang perlu dimanfaatkan, meskipun demikian, tantangan yang ada juga harus diatasi secara bersama-sama. Dunia usaha, menurutnya, harus selalu siap untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi berbagai isu ekonomi.
Pembahasan berlanjut pada program-program strategis yang sesuai untuk pemerintahan yang akan datang. Anindya menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang dapat mendukung daya beli masyarakat, sehingga konsumsi domestik tetap dapat terjaga dengan baik. Ia juga menjelaskan bagaimana Kadin bisa berperan dalam memantau program belanja pemerintah, termasuk alokasi untuk sekolah dan rumah sakit.
Selanjutnya, Anindya menyoroti pentingnya menciptakan persepsi positif mengenai kondisi keamanan di Indonesia, agar dapat menarik lebih banyak *Foreign Direct Investment* (FDI). Selain itu, dalam diskusinya, ia juga mengemukakan tentang potensi peningkatan ekspor serta pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri digital, dan industri yang ramah lingkungan.
Dalam pertemuan itu, Anindya juga menerima dua nasehat penting dari Airlangga. Pertama, mengenai bagaimana Kadin dapat terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah yang memberikan kontribusi dalam sektor perekonomian, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kedua, pemahaman bahwa Kadin harus mampu menjadi wadah bagi semua jenis usaha, tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga memperhatikan keberadaan usaha kecil dan menengah, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan koperasi.
ANTARA
Anindya Bakrie Diskusikan Program Strategis Ekonomi dengan Airlangga Hartarto
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







