BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, menginformasikan bahwa kegiatan sosialisasi serta simulasi penanganan keadaan darurat, khususnya dalam hal pemadam kebakaran, dapat diikuti oleh masyarakat secara gratis. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk pelatihan ini, yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Ubaidillah Ansar, menyampaikan bahwa mereka yang berminat mengikuti pelatihan penanganan bencana dapat segera melakukan koordinasi. Hal ini menjadi penting untuk mempersiapkan warga dalam menghadapi kemungkinan bencana yang bisa terjadi kapan saja. "Kami mendorong masyarakat untuk tidak ragu menghubungi kami jika ingin mendapatkan pelatihan," ujarnya. Proses pengajuan untuk pelatihan atau simulasi dapat dilakukan melalui surat resmi yang ditujukan kepada BPBD Kota Tangerang. Alternatif lain, masyarakat juga bisa mengakses permohonan secara online melalui aplikasi *SILANTANG* di silantang.tangerangkota.go.id. BPBD Kota Tangerang memperlihatkan komitmennya untuk terbuka terhadap semua kalangan, mulai dari instansi pemerintah, kelompok masyarakat, hingga sekolah-sekolah dan lembaga lainnya. Dengan upaya ini, BPBD berharap dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh bencana, baik dalam bentuk kerugian material maupun jiwa. "Kegiatan ini bertujuan agar penanganan bencana di Kota Tangerang dapat berlangsung lebih cepat dan efektif," tambah Ubaidillah. Pada hari ini, BPBD Kota Tangerang juga telah melaksanakan pelatihan di dapur Lapas Kelas I Tangerang. Kegiatan tersebut mengajarkan berbagai teknik pemadaman api, baik dengan cara konvensional menggunakan karung basah maupun dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang lebih modern. Selain itu, cara-cara evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi juga menjadi bagian dari materi pelatihan. "Kegiatan ini melibatkan pegawai dapur Lapas, perwakilan warga binaan, serta staf lainnya. Peserta mendapatkan pelatihan dasar mengenai simulasi bencana, termasuk kebakaran dan pertolongan saat gempa bumi," lanjutnya. Mengingat situasi saat ini, di mana masyarakat diajak untuk lebih memperhatikan mitigasi bencana megathrust, edukasi semacam ini sangat penting untuk disebarluaskan secara luas kepada berbagai instansi, sekolah, dan kelompok masyarakat. ANTARA