TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tanjung Selor**, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara memperkuat kehadirannya di pasar wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, dengan meresmikan kantor cabang pembantu kelas II. Langkah ekspansi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Bupati Nunukan, Asmin Laura, menyatakan bahwa pembukaan kantor cabang baru merupakan contoh sinergi yang positif antara institusi perbankan dan pemerintah daerah. Sinergi ini menjadi penting dalam upaya menumbuhkan ekonomi lokal di area perbatasan. BPD Kaltimtara merupakan institusi milik pemerintah daerah yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan sebagai salah satu pemegang sahamnya. Pembukaan kantor ini menunjukkan keyakinan akan potensi sektor perbankan yang ada di Sebatik. Menurut Bupati, pertumbuhan ekonomi yang cepat di wilayah tersebut, tercermin melalui banyaknya toko, warung, dan aktivitas pembangunan, menjadi daya tarik bagi perbankan untuk melakukan ekspansi. “Keberadaan gedung baru ini menandakan bahwa Bank Kaltimtara optimis terhadap potensi bisnis di Sebatik. Saya percaya bahwa cabang pembantu ini akan menjadi salah satu yang paling menguntungkan di antara cabang-cabang yang ada,” ungkapnya. Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa peresmian kantor cabang ini tidak hanya sekadar membuka gedung baru, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menggali peluang ekonomi yang signifikan di wilayah perbatasan. Dengan semakin banyaknya bank yang memasuki area ini, persaingan dalam sektor perbankan akan semakin ketat. “Namun, perkembangan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mereka akan memiliki lebih banyak pilihan layanan keuangan dan suku bunga yang lebih bersaing,” tambah Bupati Nunukan. Agus Siswanto, Kepala Kantor Bank Kaltimtara Nunukan, menyatakan keyakinan bahwa pendirian kantor cabang pembantu ini akan meningkatkan semangat kerja karyawan dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, terutama di Pulau Sebatik. Dengan akses yang semakin mudah ke layanan perbankan, diyakini akan ada peningkatan dalam inklusi keuangan di wilayah perbatasan. Hal ini akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebiasaan menabung, meminjam modal untuk usaha, serta memanfaatkan beragam produk perbankan lainnya. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan, sehingga dapat terjadi pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. ANTARA