BORNEONEWS, Kapuas - Sebanyak 300 petani se-Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti pelatihan operasional mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan). Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah (Distanak Kalteng) bekerja sama dengan PT Rutan Surabaya selaku pengadaan alat pertanian, melakukan pelatihan yang diikuti peserta dari kelompok tani yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalteng.

"Kami memberikan pelatihan kepada para petani yang berada di 14 kabupaten ini agar lebih mengerti bagaimana mengoperasional alat pertanian baik itu idojarwo dan alsintan roda 4 untuk saat nanti di lapangan bisa bekerja dengan baik,"kata Baini, Kasi Alsintan Pupuk dan Pestisida, Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng, di Kapuas, Selasa (9/8/2016).

Pelatihan lebih mengarah pada mekanisasi untuk peningkatan sumber daya manusia(SDM) lanjut Baini,untuk menoprasional alsintan baik jarwo tranplansi untuk tanam sedangkan alsintan roda 4 untuk bajak sawah.

"Kita ingin peningkatan SDM kelompok tani ketika di berikan bantuan alsintan.Nantinya para petani lebih mandiri dan sejahtera lagi," ungkapnya.

Pelatihan dilaksanakan 2 tahap, 5-6 Agustus dan tanggal 8-9 Agustus 2016, di Kabupaten Kapuas. Dengan adanya pelatihan ini dapat mendorong dalam pencapaian luas tanam untuk tahun 2016. Di Kalteng hanya ada 9 kabupaten sebagai sentra pertanian padi. Yaitu, Kapuas, Pulang Pisau, Gunung Mas, Katingan, Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya dan Kotawaringin Timur.

"Untuk 9 kabupaten yang menjadi sentra penghasil padi tentu kita pacu percepatan luas tanam yang ditargetkan Pusat sekitar 16.550 hektare. Dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan manfaat besar bagi para petani untuk meningkatkan produksi padi bagi Kalteng," katanya.

Eterius, Kasi Sarana Prasarana Distantura Kabupaten Kapuas menambahkan, dalam pelatihan operasional alat pertanian baik itu untuk tanam dan roda 4 untuk bajak sawah, pihaknya melibatkan 22 peserta yang tersebar di 9 Kecamatan. Yaitu, Selat, Pulau Petak, Kapuas Murung, Dadahup, Kapuas Hilir, Bataguh, Kapuas Timur, Kapuas Kuala dan Tamban Catur.

"Karenan pelaksanaan mekanisasi alsintan di Kapuas maka dilibatkan seluruh Gapoktan di 9 Kecamatan pasang surut dan tahun ini juga kita mendapatkan bantuan alsintan paling banyak." ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya pelatihan ini SDM petani akan lebih meningkatkan lagi. Karena Kapuas lumbung padi untuk Kalteng sekitar 50 persen, sehingga wajar saja tahun ini dapat bantuan alsintan paling banyak. Mesin tanam Jarwo transplantasi ada 30 unit sedangkan alsintan Traktor roda 4 jenis ISEKI NT540F-AT5470 mendapatkan 10 unit merk NT540F.

"Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi petani dan dapat meningkatkan produksi padi dan petani bisa mandiri dan sejahtera." katanya.