**Borneonews - Bandung**, Tim Relawan Psikososial dari Kementerian Sosial (Kemensos) baru-baru ini menciptakan lirik baru yang diadaptasi dari lagu daerah *Manuk Dadali*. Adaptasi ini bertujuan untuk menyampaikan pesan mitigasi bencana dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi potensi gempa bumi yang mungkin terjadi.
Pengubahan lirik tersebut dilakukan oleh seorang relawan bernama Igun Gunawan, yang juga merupakan bagian dari Layanan Dukungan Psikososial Kemensos. Aktivitas ini berlangsung saat Igun memberikan layanan psikososial kepada anak-anak yang terkena dampak gempa bumi di Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pada hari Rabu.
Igun menjelaskan bahwa ide untuk menciptakan lagu mitigasi bencana ini muncul dari keinginan untuk memiliki sebuah lagu yang dapat diakses oleh masyarakat di daerah rawan bencana. Kriteria utama adalah lirik yang sederhana dan mudah diingat, sehingga dia memutuskan untuk menggunakan lagu lokal yang dikenal luas, yaitu *Manuk Dadali* yang diciptakan oleh Abah Sambas Mangundikarta.
Lebih lanjut, Igun mengungkapkan bahwa pola yang sama juga dilakukan oleh masyarakat di Simeule, Aceh, melalui tradisi lisan yang dikenal dengan nama *Nandong Smong*. Tradisi ini berfungsi untuk memberikan pengetahuan kepada penduduk Aceh mengenai tanda-tanda awal terjadinya bencana alam, khususnya tsunami.
Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Posko Psikososial di Kabupaten Bandung membuka kesempatan bagi salah satu anak korban gempa, yaitu Fajar yang berusia 9 tahun, untuk menyanyikan lirik yang telah diciptakan. Dalam kesempatan ini, Fajar dengan semangat menyanyikan syair yang berisi anjuran tindakan saat gempa, sebagai bagian dari proses edukasi mitigasi bencana.
Lirik yang dinyanyikannya mengingatkan bahwa saat gempa terjadi, penting untuk menjaga kepala tetap aman, berlindung di kolong meja, serta menjauhi tempat yang berbahaya. Selain itu, ada pula pesan untuk tidak saling mendesak, tidak berebut tempat, dan mencari tempat yang aman, serta menolong sesama yang membutuhkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Igun dalam mengajarkan mitigasi bencana kepada anak-anak melalui lagu daerah. Ia menegaskan bahwa syair dan lagu tersebut dapat membantu korban merasakan kebahagiaan meskipun mereka berada dalam situasi yang sulit. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap bencana.
ANTARA
Inisiatif Mitigasi Bencana Melalui Lagu Anak di Bandung
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







