**Borneonews - Lempuing, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan**, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan (Diskominfo Sumsel) melaksanakan program edukasi bagi pelajar di Ogan Komering Ilir (OKI) mengenai bahaya judi online. Kegiatan yang berlangsung di Lempuing ini bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai risiko yang dapat ditimbulkan oleh kecanduan judi online, yang semakin meningkat di kalangan pelajar, remaja, bahkan orang dewasa.
Ketua KPID Sumsel, Hefriyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan para pelajar mengenai berbagai jenis judi online yang ada serta memberikan pemahaman tentang cara mengenali tanda-tanda awal kecanduan. Selain penyampaian informasi tersebut, acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif, di mana siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait topik yang diangkat.
Hefriyadi menekankan pentingnya peran pelajar sebagai agen perubahan. Ia berharap melalui sosialisasi ini, siswa tidak hanya menyerap informasi, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan pengetahuan tersebut kepada teman-teman mereka. Kami ingin agar para siswa bisa menyebarkan kesadaran terhadap bahaya judi online di antara lingkungan mereka, ungkap Yadi.
KPID Sumsel bersama Diskominfo Provinsi Sumatera Selatan juga mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan judi online. Mereka menyatakan komitmennya untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dengan meningkatnya kesadaran dan edukasi, diharapkan bisa menekan jumlah kasus kecanduan judi online yang terjadi.
Kepala Diskominfo Sumsel, Rika Efianti, menjelaskan berbagai aspek yang terkait dengan judi online, seperti dampak terhadap kesehatan mental dan masalah finansial yang mungkin timbul akibat kecanduan ini. Kita semua, terutama generasi muda, harus memahami bahwa judi online dapat merugikan bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan interaksi sosial, jelasnya. Rika berharap, dengan pemahaman yang tepat, para pelajar dapat menjauhi praktik judi online.
Plt Kepala Diskominfo OKI, Adi Yanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pemilihan Kabupaten OKI sebagai lokasi untuk kegiatan sosialisasi ini. Ia mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi dan mendukung anak-anak agar terhindar dari risiko yang ditimbulkan oleh judi online. Kami bersyukur Kabupaten OKI menjadi lokasi khusus untuk sosialisasi ini. Mari bersama-sama kita membangun kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua untuk melindungi anak-anak dari bahaya judi online, ucapnya.
ANTARA
Edukasi Pelajar di OKI tentang Bahaya Judi Online dan Kecanduannya
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Komentar (0)
Memuat komentar…







