TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Imunisasi vaksin *HPV* (Human Papilloma Virus) di Kalimantan Utara (Kaltara) telah mencapai angka 80 persen, mencakup lima kabupaten dan kota. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam upaya pencegahan infeksi virus yang berpotensi menyebabkan kanker. Robby Yuridi Hatman, Staf Ahli di bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Kaltara, mengungkapkan dalam pembukaan kegiatan *Regional Immunization Champions Workshop Pediatric Association Advocacy For Immunization Priorities* di Tanjung Selor, Bulungan, bahwa vaksinasi *HPV* dapat memberikan perlindungan yang efektif ketika diberikan sebelum individu terpapar virus. Menurutnya, vaksin tersebut dirancang untuk mencegah sembilan jenis virus berisiko tinggi yang terkait dengan kanker *HPV*, dan penelitian terkini menunjukkan manfaat jangka panjang serta penurunan signifikan dalam angka kasus kanker serviks. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang bekerja sama dengan International Pediatric Association (IPA) untuk menyelenggarakan acara ini. “Salah satu langkah yang krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat adalah melalui program imunisasi. Vaksinasi merupakan salah satu intervensi yang paling efektif dan ekonomis, yang dapat meningkatkan kesehatan secara global,” jelas Robby. Meskipun vaksin telah tersedia untuk lebih dari 20 penyakit yang berpotensi mematikan dalam lebih dari dua dekade, Robby menekankan bahwa masih ada tantangan besar dalam cakupan vaksinasi. Salah satunya adalah rendahnya angka vaksinasi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Dalam konteks lokakarya ini, Robby mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah untuk membangun kapasitas sekelompok pemangku kepentingan di tingkat sub-nasional, guna mendukung penerapan dan pengembangan program vaksin *HPV*. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengatasi kesalahpahaman dan kekhawatiran umum yang berkaitan dengan vaksin baru, termasuk vaksin *HPV*, *Rotavirus*, dan *PCV*. Robby berharap bahwa melalui pelaksanaan *workshop* ini, pengetahuan peserta mengenai vaksin baru dan strategi untuk mengurangi keraguan tentang vaksin dapat meningkat. Ia juga menginginkan adanya peningkatan kesadaran untuk mengatasi informasi yang salah seputar vaksin di masing-masing daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bulungan, Widodo Darmo Sentono. ANTARA