MAKASSAR –
**Borneonews - Sidrap**, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sidrap, yang terletak di Sulawesi Selatan, telah melaksanakan pelatihan untuk sejumlah kelompok nelayan mengenai pembuatan *gill net*, atau lebih dikenal dengan sebutan jaring insang. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dalam menerapkan pengetahuan dan teknologi terbaru dalam penangkapan ikan. Penjabat Bupati Sidrap, Basra, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas serta kualitas sumber daya manusia di kalangan nelayan. Ia menekankan pentingnya peningkatan teknologi dalam proses penangkapan ikan agar para nelayan dapat lebih maju dan kompetitif. Jaring insang yang diajarkan dalam pelatihan memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang seragam di seluruh bagiannya. Lebar jaring ini biasanya lebih pendek dibandingkan dengan panjangnya, sehingga memungkinkan penangkapan ikan yang efektif. Selain itu, Basra juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat. Pendampingan dan pelatihan seperti ini dianggap vital dalam menciptakan kondisi yang lebih baik bagi nelayan. Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada para nelayan untuk selalu menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini penting tidak hanya untuk menjaga kelestarian sumber daya perikanan, tetapi juga untuk menjaga stabilitas ekosistem laut yang menjadi tempat mereka beroperasi. Kepala Disnakkan Sidrap, Suharya Angriani, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program prioritas yang dijalankan oleh Pj. Bupati Sidrap, khususnya dalam upaya penanganan kemiskinan ekstrem. Ia menaruh harapan agar setelah mengikuti pelatihan, para nelayan mampu memproduksi jaring penangkapan mereka sendiri, yang sekaligus dapat meningkatkan penghasilan serta perekonomian masing-masing. Suharya pun mengingatkan seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan ketekunan, sehingga ilmu yang diperoleh dapat dikuasai dengan baik dan diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. ANTARA