**Borneonews - Kulon Progo**, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta kini sedang mengembangkan program yang dikenal dengan nama "Gerbang Segoro". Program ini bertujuan untuk mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan melalui sektor kelautan dan perikanan.
Trenggono, Kepala DKP Kulon Progo, dalam penjelasannya menjabarkan bahwa inovasi yang diterapkan dalam program ini telah menunjukkan dampak positif, terutama pada kelompok-kelompok yang selama ini tertinggal, dan diharapkan akan mencapai kemajuan lebih lanjut pada tahun 2024.
"Gerbang Segoro diinisiasi sebagai kebijakan pembangunan daerah yang berfokus pada sistem ekonomi kerakyatan di Kulon Progo. Harapannya, program ini dapat menjadi inovasi yang signifikan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dengan keterlibatan aktif dari berbagai pihak dalam??????? perekonomian," ujar Trenggono.
Gerakan yang mengedepankan semangat gotong royong ini menekankan pada sinergi, keberlanjutan, dan kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan di Kulon Progo. Inisiatif Gerbang Segoro berlandaskan pada pemberdayaan masyarakat, yang melibatkan beberapa kelompok seperti kelompok usaha perikanan, kelompok pengelola hasil perikanan, serta kelompok masyarakat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Salah satu fokus DKP Kulon Progo adalah pemberdayaan wanita dalam pembangunan sektor perikanan. Dalam rencana lima tahunan yang berlangsung dari 2022 hingga 2026, DKP menargetkan didirikannya 72 kelompok perikanan wanita dan 36 kelompok pengelola hasil perikanan wanita di semua kapanewon di Kulon Progo.
Pada tahun 2022, telah berhasil didirikan 24 kelompok perikanan wanita dan 12 kelompok pengelola hasil perikanan wanita. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2023, telah terdaftar 13 kelompok baru yang membawa total kelompok perikanan wanita menjadi 37, sedangkan pada kelompok pengelola hasil perikanan wanita, terdapat tambahan enam kelompok, sehingga totalnya menjadi 18 kelompok.
"Pada tahun 2024, kami menargetkan tambahan 12 kelompok perikanan wanita dan enam kelompok pengelola hasil perikanan wanita," tambah Trenggono.
Tidak hanya fokus pada pengembangan angka partisipasi kelompok wanita, Gerbang Segoro juga memberikan perhatian pada revitalisasi infrastruktur penting dalam sektor perikanan, khususnya tempat pelelangan ikan (TPI). Upaya ini mencakup pembangunan kembali empat lokasi TPI yang ada di kawasan pesisir menjadi TPI baru yang disebut *TPI HEBAT*. TPI ini diharapkan memenuhi standar higienis, ekonomis, bersih, aman, dan tertib.
Kabupaten Kulon Progo telah menetapkan empat TPI berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 32 Tahun 2008, yaitu TPI Congot, TPI Karangwuni, TPI Bugel, dan TPI Trisik. Pembangunan pertama yang dilaksanakan pada tahun 2023 berlangsung di Pantai Congot, Jangkaran, Temon, sedangkan tahun 2024 akan dilakukan di TPI Trisik, Banaran, Galur.
Trenggono menegaskan bahwa ketiga sektor yang terdiri dari budidaya, pemasaran, dan penangkapan ikan merupakan inti dari revitalisasi pembangunan kelautan dan perikanan melalui inisiatif Gerbang Segoro. Semua langkah ini dilaksanakan dalam konteks partisipasi masyarakat, dengan tujuan membangun kelompok-kelompok baru dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk integrasi TPI dengan sektor pariwisata.
"Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan kebijakan alternatif yang dapat meningkatkan pengeluaran serta pendapatan, sekaligus meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul," tutup Trenggono.
ANTARA
Gerbang Segoro, Inovasi DKP Kulon Progo untuk Mitigasi Kemiskinan
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






