JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Barat**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat baru-baru ini menerima pengiriman signifikan berupa 3.468 kotak suara dan 13.808 bilik suara. Pengiriman tersebut tiba di gudang penyimpanan logistik yang berlokasi di Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat. Ketua KPU Jakbar, Endang Istianti, menjelaskan bahwa proses pengiriman ini melibatkan sejumlah truk yang dikawal oleh tim pengamanan. "Kotak dan bilik ini datang dalam rangkaian truk yang dikawal lewat tugas pengamanan dari pabrik dan sekarang, sudah tiba di gudang kota," ungkapnya. Setelah kedatangan, tahap selanjutnya adalah proses penyebaran kotak dan bilik suara tersebut ke 3.452 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di wilayah Jakarta Barat. Namun, sebelum disebar, langkah awal yang akan dilakukan adalah penyortiran ulang untuk memastikan tidak ada kotak atau bilik suara yang rusak atau cacat. Endang menekankan, "Kita memastikan tidak ada yang cacat. Kalau ada yang cacat, kami akan konfirmasi langsung ke publik untuk mengirim penggantinya." Lebih jauh, Endang mengungkapkan bahwa pengiriman logistik lain akan mengikuti dalam gelombang selanjutnya. "Setelah itu akan datang logistik lainnya berupa tinta, kemudian nanti ada alat tulis kantor (ATK), plano, dan formulir salinan," tambahnya. Dalam upaya menjaga kualitas logistik, KPU sebelumnya telah melakukan fumigasi di gudang Rawa Lele. Tindakan ini bertujuan untuk membasmi jamur dan rayap, sehingga logistik dapat terjaga dengan baik hingga pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta selesai. Endang menjelaskan pentingnya tindakan ini dengan mengatakan, "Sebelum barang ini datang, kami sudah melakukan fumigasi di gudang ini, memastikan tidak ada jamur dan rayap." KPU Jakarta Barat telah menggunakan gudang tersebut sejak Pemilu 2024 karena lokasi ini diketahui aman dan terbebas dari risiko banjir. Sementara itu, data yang dikumpulkan oleh KPU DKI Jakarta menunjukkan bahwa pada hari yang sama, total di enam kota/kabupaten di Jakarta, telah diterima 14.920 kotak suara dan 59.328 bilik suara untuk kebutuhan logistik pemungutan suara. ANTARA