**Borneonews - Banda Aceh**, Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Pertanian dan Pangan sedang berupaya untuk mengembangkan pertanian padi modern dengan memanfaatkan lahan rawa yang tersedia di wilayah kepulauan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Samsuar, menjelaskan bahwa terdapat ribuan hektare lahan rawa yang diubah menjadi area pertanian modern. Lahan-lahan ini terbagi di beberapa kecamatan dan saat ini sedang dalam proses pengolahan untuk menjadi kawasan pertanian yang dilengkapi dengan peralatan modern.
Saat ini, luas lahan pertanian produktif di Kabupaten Simeulue tercatat sekitar 10 ribu hectar. Dengan adanya inisiatif optimalisasi lahan rawa, diharapkan akan terjadi peningkatan dalam luas lahan pertanian yang dapat digunakan.
Di samping itu, Samsuar menambahkan bahwa metode pertanian padi yang diterapkan oleh petani di Kabupaten Simeulue hingga kini masih menggunakan cara tradisional. Dengan menerapkan sistem pertanian modern, diharapkan produktivitas dapat meningkat secara signifikan. "Penerapan peralatan modern akan dilakukan sejak tahap pengolahan lahan, sistem irigasi, hingga proses panen. Tujuan utama dari modernisasi pertanian ini adalah untuk meningkatkan perekonomian petani lokal," ungkapnya.
Husnawati, Penjabat Kepala Desa Lataling di Kecamatan Teupah Selatan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah atas masuknya lahan rawa di desanya dalam program optimalisasi. Ia berharap bahwa program ini mampu meningkatan hasil pertanian padi yang dikelola oleh petani, berkat dukungan peralatan modern yang akan disediakan.
Ia juga mengungkapkan bahwa manfaat dari program ini sudah mulai dirasakan. Kini, semua area persawahan di desa tersebut telah dapat dimanfaatkan secara optimal. Akses untuk pertanian juga menjadi lebih baik, baik dari segi jalan maupun saluran air, berkat pembangungan waduk yang berfungsi sebagai penampungan air pertanian.
"Kami berharap modernisasi persawahan di Desa Lataling dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam Kabupaten Simeulue. Kami juga berharap ada dukungan lanjutan dari pemerintah daerah untuk program modernisasi pertanian ini," tambah Husnawati.
Marini M, seorang petani asal Desa Lataling, menambahkan bahwa program optimalisasi lahan rawa dan modernisasi pertanian memberikan banyak manfaat bagi para petani. Selain adanya peningkatan luas lahan, jumlah hama, seperti babi, juga telah berkurang. "Dengan optimalisasi lahan rawa ini, gangguan dari hama seperti babi maupun ternak lainnya telah berkurang karena mereka tidak lagi mengakses kawasan pertanian," kata Marini.
Selain itu, terlaksananya pembangunan penampungan air atau embung juga berkontribusi positif. Air yang disimpan di embung akan dialirkan ke area persawahan saat musim kemarau, yang berarti sawah tidak akan mengalami kekeringan. "Kami berharap bantuan dalam bentuk alat-alat pertanian modern agar pemanfaatan lahan rawa dapat lebih optimal dan produktivitas petani meningkat," jelasnya.
ANTARA
Pengembangan Pertanian Modern di Simeulue melalui Optimalisasi Lahan Rawa
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
Komentar (0)
Memuat komentar…







