**Borneonews - Makassar**, Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar baru-baru ini berhasil meraih medali emas dalam ajang bergengsi World Invention Competition Exhibition (WICE) yang berlangsung di Mahsa University, Selangor, Malaysia, dari tanggal 20 hingga 25 September 2024.
Keberhasilan tim mahasiswa ini dicapai berkat inovasi mereka yang diberi judul "Innovation in Improving Tuberculosis Therapy: Dry Powder Inhaler of Silver Nanoparticles Synthesized from Seaweed Extract (Sargassum polycystum)." Dalam pernyataannya, Ikhwandi Chandra Nugraha, mahasiswa Prodi Sarjana Kedokteran Unismuh, menjelaskan bahwa pencapaian ini diawali dari tahap *online* yang meliputi pengumpulan *abstract extend*, yaitu rincian mengenai metode yang digunakan dalam inovasi tersebut.
Kompetisi ini diikuti oleh 126 tim dari 15 negara, dan tim Unismuh berhasil mengukir prestasi untuk mengharumkan nama Indonesia, bersama dengan Universitas Andalas dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga meraih medali emas.
Ikhwandi melanjutkan penjelasannya, setelah dinyatakan lolos, tim ini melanjutkan ke tahap pembuatan inovasi yang kemudian dinilai secara *offline* oleh para juri dari berbagai negara. Tema yang diusung oleh tim Unismuh ini berfokus pada inovasi dalam terapi Tuberkulosis (TBC) dengan menggunakan nano partikel perak yang disintesis dari rumput laut jenis Sargassum polycystum.
Pemilihan tema ini tidak tanpa alasan, mengingat prevalensi TBC yang menempatkan penyakit ini pada peringkat kedua di dunia. Di Indonesia, terdapat sekitar 1.060.000 kasus TBC, dan angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah.
"Terapis anti-TBC saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti resistensi obat akibat ketidakpatuhan dalam pengobatan. Nano partikel perak yang kami kembangkan menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi masalah ini," ungkap Ikhwandi.
Anggota tim peneliti Unismuh Makassar terdiri dari Ikhwandi Chandra Nugraha (Prodi Sarjana Kedokteran 2022), Muhammad Ilham Hamzah (Prodi Farmasi 2022), dan Putri Awaliah Aldina (Prodi Farmasi 2022). Dalam perjalanan penelitian, tim memiliki beberapa tantangan, termasuk keterbatasan alat karakterisasi yang tersedia di Makassar dan perlunya melakukan berbagai percobaan berulang kali.
"Kami harus menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal peralatan yang masih kurang memadai. Meski demikian, kami tetap bekerja keras dan berhasil melewati setiap tahapan pengujian," kata Ilham Hamzah.
Proses persiapan yang dilakukan oleh tim ini ternyata tidaklah mudah. Selain tantangan teknis, mereka juga menghadapi masalah terkait pembiayaan, baik untuk biaya pendaftaran maupun untuk pembuatan inovasi.
"Kami berharap bahwa pencapaian ini dapat membawa nama baik institusi. Kami juga berharap dukungan dari kampus, baik yang bersifat materiil maupun non-materiil, dapat ditingkatkan untuk mahasiswa yang berminat dalam berinovasi," jelas Putri Awaliah Aldina.
Penelitian yang dilakukan oleh tim Unismuh Makassar tidak hanya menjadi prestasi di bidang akademis tetapi juga berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi dunia medis, khususnya dalam pengatasi masalah resistensi obat TBC.
"Inovasi ini menghadirkan solusi alternatif yang futuristik dalam terapi TBC, dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi dokter dan peneliti lainnya," pungkas Ikhwandi.
ANTARA
Mahasiswa Unismuh Raih Medali Emas di Kompetisi Internasional
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







