**Borneonews - Jakarta**, Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) sedang melakukan eksplorasi terhadap penerapan teknologi otonom (*autonomous technology*) sebagai langkah untuk memperkuat postur kekuatan tempur mereka dalam waktu dua dekade ke depan. Dalam upaya ini, TNI AL mengundang berbagai ahli dan pakar untuk membahas aspek-aspek teknologi otonom dan tren peperangan yang berkaitan dengan teknologi tersebut dalam sebuah forum diskusi kelompok (FGD) yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, membuka acara ini dengan menjelaskan bahwa penggunaan teknologi otonom dalam konteks perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina telah membawa perubahan signifikan dalam taktik dan strategi, terutama di lingkungan maritim. Ia mencatat, Perubahan ini memberikan gambaran tentang kerentanan kapal-kapal di atas air terhadap ancaman dari sistem tak berawak. Contohnya dapat dilihat pada kapal penjelajah Rusia Kelas Moskwa yang mengalami serangan dari *unmanned surface vessel* (USV) Ukraina.
Laksamana Ali juga menyoroti ancaman yang dihadapi oleh kapal-kapal dagang dan kapal induk Amerika Serikat di perairan Laut Merah dan Teluk Aden, yang juga rentan terhadap serangan drone, terutama dari kelompok Houthi di Yaman. Ia menekankan bahwa meskipun drone ini tergolong sebagai senjata kecil dan ekonomis, dampak yang ditimbulkannya sangat besar. Ini mengharuskan kita untuk berpikir strategis dalam mengelola alat utama sistem senjata (alutsista) ke depan serta menyiapkan langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan tempur TNI Angkatan Laut, tambahnya.
Dalam upaya perencanaan jangka panjang, TNI AL tengah menyusun Rencana Strategis TNI AL 20252029 dan Postur Pembangunan Kekuatan TNI AL 20252044, yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pembangunan kekuatan di periode mendatang. Proses penyusunan dua dokumen penting tersebut ditargetkan selesai tahun ini.
FGD bertemakan Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka, termasuk Asisten Khusus Menteri Pertahanan RI, Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf, pakar kecerdasan buatan Ridwan Prasetyarto, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Amarulla Octavian, serta Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI, Laksamana Muda TNI Kresno Buntoro. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan TNI AL dari berbagai komando, termasuk Komando Armada RI dan Pangkalan TNI AL.
Dalam sesi pertama diskusi, Asisten Menhan menyampaikan presentasi berjudul Autonomous Warfare for Revolution Maritime Operation Affair. Sesi ini dilanjutkan oleh Ridwan Prasetyarto yang membahas tentang AI and Multi-Agent System in Autonomous Maritime Warfare. Pada sesi kedua, Wakil Kepala BRIN menyampaikan presentasi yang membahas mengenai Senjata Cerdas untuk Perang Laut, sementara Kababinkum TNI mengupas perspektif hukum internasional terkait dengan Maritime Autonomous/Unmanned Vessel (MAV).
ANTARA
TNI AL Eksplorasi Teknologi Otonom untuk Meningkatkan Kekuatan Tempur
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







