**Borneonews - Kapuas Hulu**, Imigrasi Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat, telah mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di Desa Wisata Sungai Utik. Mengingat lokasi geografis desa ini yang merupakan daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, koordinasi dengan masyarakat lokal menjadi sangat penting.
Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Intelijen, dan Penindakan Keimigrasian, Joenari Anthony Marpaung, mengungkapkan bahwa Sungai Utik merupakan destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari masyarakat setempat dalam mengawasi keberadaan WNA yang mengunjungi daerah ini menjadi sangat krusial.
Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Joenari Marpaung juga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai aturan keimigrasian. Hal ini termasuk pentingnya melaporkan jika ada WNA yang mencurigakan serta menyadarkan masyarakat akan potensi ancaman dari praktik perdagangan manusia.
Desa Batu Lintang di Sungai Utik diidentifikasi sebagai salah satu desa binaan imigrasi, yang berfokus pada pencegahan tindakan pidana perdagangan orang (TPPO) dan pelanggaran terhadap peraturan keimigrasian. Joenari menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan, khususnya dalam mengawasi keberadaan orang asing, untuk melindungi keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dia juga mengungkapkan harapannya agar seluruh pihak dapat bekerja sama dan bersinergi dalam upaya pengawasan. Menurutnya, pengawasan dan edukasi kepada masyarakat bukanlah sekadar rutinitas, melainkan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diemban oleh semua elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Joenari Marpaung menjelaskan bahwa perangkat desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat harus berkolaborasi secara efektif untuk menjaga keamanan. Kehadiran orang asing di wilayah mereka harus diwaspadai untuk mencegah potensi gangguan yang mungkin timbul.
Imigrasi Putussibau tidak hanya fokus pada pengawasan WNA, tetapi juga aktif menawarkan layanan pembuatan paspor. Mereka berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat di perbatasan yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepemilikan dokumen keimigrasian seperti paspor.
ANTARA
Imigrasi Kalbar Perkuat Pengawasan WNA di Sungai Utik
Bagikan:

PONTIANAK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Komentar (0)
Memuat komentar…







