JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya ratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan yang telah diraih Indonesia dengan lima negara. Penegasan ini disampaikan dalam rapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berlangsung di Jakarta, yang bertujuan untuk membahas persetujuan rancangan undang-undang terkait kerja sama pertahanan dengan Kamboja, India, Prancis, Uni Emirat Arab, dan Brasil. Prabowo, yang dijadwalkan untuk dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024, menyatakan bahwa proses ratifikasi ini sangat diperlukan. Hal ini berkaitan erat dengan peran handal dan teknologi yang dimiliki oleh negara-negara mitra dalam sektor pertahanan. “Kita harus memperhatikan Kamboja sebagai salah satu anggota ASEAN. Menjaga dan mendukung kemitraan dalam ASEAN adalah kepentingan bersama kita, agar dapat tumbuh lebih kuat dan mandiri,” ujarnya kepada para anggota legislatif. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti nilai strategis dari kerja sama yang terjalin dengan India dan Prancis, di mana kedua negara tersebut memiliki senjata nuklir. Selain itu, ia menekankan pentingnya kemitraan pertahanan antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab dan Brasil. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Komisi I DPR atas kerja keras yang telah dilakukan. Ini memungkinkan kita untuk menyelesaikan pembahasan mengenai kelima rancangan undang-undang ini,” tambahnya. Rapat tersebut berhasil menghasilkan kesepakatan antara parlemen dan pemerintah untuk membawa kelima rancangan undang-undang kerja sama pertahanan tersebut ke dalam rapat pleno DPR untuk proses legislatif lebih lanjut. Selain Menteri Pertahanan, rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Mansury, serta Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, beserta wakil-wakilnya. ANTARA