SEMARANG –
**Borneonews - Solo** Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta melaksanakan pengawasan untuk mencegah terjadinya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang terletak di Solo, Jawa Tengah. Upaya ini merupakan langkah proaktif untuk menangani potensi bahaya kebakaran yang dapat muncul akibat kondisi cuaca dan akumulasi sampah. Kepala DLH Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, menjelaskan bahwa pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mendeteksi keberadaan titik-titik api atau asap yang mungkin muncul di tumpukan sampah. "Pengawasan ini telah kami lakukan secara rutin sejak beberapa bulan terakhir, dengan jadwal patroli dua kali dalam seminggu. Jika terdeteksi adanya suhu tinggi, kami akan segera melakukan penyemprotan untuk mencegah kebakaran," tuturnya. Kristiana menambahkan, pada saat kondisi cuaca panas, gas metan yang terbentuk di dalam tumpukan sampah cenderung meningkat, dan ini dapat berpotensi memicu kebakaran. "Tantangannya adalah, area TPA ini cukup luas, sehingga pengawasan menjadi sangat penting," tambahnya. Namun, kebakaran kecil kembali terjadi di TPA Putri Cempo pada Selasa, 24 September. Meskipun demikian, kebakaran yang terjadi saat itu dapat segera teratasi dengan bantuan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), sebelum menyebar lebih luas. "Kami beruntung, percikan yang muncul saat itu tidak sempat menjalar ke area yang lebih besar," ujarnya. Kristiana juga mencatat bahwa meskipun hujan telah turun dalam beberapa kesempatan, curah hujan tersebut belum cukup untuk membasahi tumpukan sampah secara merata hingga ke bagian bawah. "Hujan baru membasahi permukaan atasnya saja, sedangkan gas metan dapat berada di kedalaman hingga puluhan meter di bawah permukaan. Kami berharap, hujan yang lebih deras dapat membantu meringankan situasi dan mencegah kebakaran lebih lanjut," ungkapnya. Sementara itu, Sutarjo, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, menginformasikan bahwa proses pemadaman atas kebakaran tersebut berlangsung sekitar 3,5 jam. "Kami menerima laporan sekitar pukul 23.30 WIB, dan pemadaman serta pendinginan selesai dilakukan hingga pukul 03.00 WIB. Begitu menerima laporan, tim kami langsung bergegas ke lokasi di Putri Cempo untuk mencegah kebakaran meluas," katanya. Sutarjo juga mencatat bahwa area yang terbakar pada kejadian tersebut seluas kurang lebih 100 meter persegi. Penanganan yang sigap dan kerja sama antarinstansi menjadi kunci dalam mengatasi insiden kebakaran tersebut. ANTARA