BATAM –
**Borneonews - Bintan**, Pembangunan pabrik pengolahan ikan yang disertai dengan fasilitas *cold storage* di Kabupaten Bintan diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan terhadap perkembangan industri perikanan di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dewi Kumalasari, dalam acara peletakan batu pertama untuk proyek ini yang berlangsung di Jalan Nusantara, Kelurahan Kijang Kota, pada Rabu. Dewi Kumalasari mengungkapkan potensi perikanan di Kepulauan Riau sangat besar. Dengan 96 persen wilayahnya yang berupa lautan serta panjang garis pantai mencapai 2.368 kilometer, daerah ini memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Terdapat lebih dari 143.000 nelayan yang berkontribusi dalam sektor ini, menjadikan peningkatan infrastruktur perikanan sangat penting bagi mereka. Menurut Dewi, pembangunan pabrik pengolahan ikan dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan setempat. Ia mengharapkan, dengan hadirnya pabrik ini, hasil tangkapan nelayan akan diolah menjadi produk-produk bernilai tambah yang kemudian dapat dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Dewi juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur perikanan untuk mendukung ekspor produk laut. Ia menyampaikan bahwa Kepulauan Riau memiliki potensi produksi perikanan budidaya mencapai 27.436 ton, sedangkan potensi perikanan tangkapannya mencapai 1,3 juta ton. Kedua angka ini menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan usaha perikanan lokal yang lebih berkelanjutan. Selain peningkatan kesejahteraan nelayan, pembangunan pabrik ini diperkirakan akan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Diperkirakan, pabrik tersebut akan menyerap antara 150 hingga 250 tenaga kerja dari kalangan masyarakat lokal, memberikan peluang baru di sektor ekonomi Bintan. Sementara itu, CEO PT Bintan Intan Gemilang (BIG), Dinaria, menyatakan bahwa saat ini perusahaan telah mempekerjakan sekitar 80 pekerja lokal dan siap untuk merekrut lebih banyak tenaga kerja setelah pabrik beroperasi penuh. Dinaria menyebutkan bahwa pihaknya berencana untuk merekrut sekitar 250 pekerja, termasuk pemuda-pemudi Bintan yang memiliki keterampilan di bidang pengolahan perikanan. Saat ini, PT BIG telah memproses berbagai jenis ikan seperti ikan kakap, kerapu, sotong, dan jenis ikan lainnya untuk pasar lokal maupun internasional. Selain itu, fasilitas *cold storage* yang sedang dibangun akan mampu menyimpan hasil tangkapan ikan hingga dua tahun, sehingga kualitas produk tetap terjaga. Dinaria berharap fasilitas baru ini dapat memberikan dukungan lebih besar kepada para nelayan lokal serta meningkatkan nilai jual produk perikanan dari Kepulauan Riau. Pembangunan pabrik ini ditargetkan selesai pada Mei 2025, yang bertujuan untuk mendukung sektor perikanan tangkap dan meningkatkan nilai tambah produk sebelum diekspor ke pasar global. Fasilitas ini juga berperan penting dalam mendukung aktivitas ekspor produk perikanan dari Kepulauan Riau ke berbagai negara tujuan. ANTARA