SURABAYA –
**Borneonews - Lumajang**, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, telah mengalami beberapa kali erupsi dengan ketinggian letusan mencapai 600 meter di atas puncaknya. Kejadian tersebut tercatat pada Rabu, saat jumlah erupsi yang terjadi mencapai sepuluh kali antara pukul 04.00 hingga 20.00 WIB. Menurut informasi yang diperoleh dari petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama berlangsung pada pukul 04.14 WIB. Dalam erupsi ini, kolom abu terlihat mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak, yang berarti mencapai 4.176 meter di atas permukaan laut. Ghufron Alwi, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, menyebutkan bahwa warna kolom abu yang teramati adalah putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat laut. Erupsi ini terdeteksi oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berlangsung selama 119 detik. Erupsi kedua muncul pada pukul 04.50 WIB dengan kolom abu yang mencapai tinggi 600 meter. Sebagaimana dengan erupsi sebelumnya, kolom abu berwarna putih hingga kelabu, serta dengan intensitas tebal yang juga mengarah ke barat laut. Selama erupsi, amplitudo maksimum yang terdaftar mencapai 22 mm dan durasinya tercatat selama 159 detik. Setelah itu, Gunung Semeru mengalami serangkaian erupsi pada berbagai waktu, termasuk pukul 08.10 WIB, 09.27 WIB, 10.57 WIB, 11.04 WIB, 11.08 WIB, 19.02 WIB, 19.17 WIB, dan 19.26 WIB. Sayangnya, semua visual letusan saat itu tidak dapat diamati karena terhalang kabut, dan hingga laporan disampaikan, aktivitas erupsi masih berlangsung. Ghufron juga menjelaskan bahwa status Gunung Semeru tetap Waspada. Dalam rangka mitigasi risiko, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, dalam radius delapan kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena terdapat risiko terjadinya perluasan awan panas dan aliran lahar sampai jarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga harus menghindari kawasan yang berada dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru untuk menghindari potensi bahaya lontaran batu. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berasal dari puncak Gunung Semeru. Wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai mencakup Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta jalur aliran sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ANTARA