JAKARTA –
**Borneonews - Mamasa**, Stigma yang berlaku di masyarakat terhadap individu dengan gangguan jiwa sering kali menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan. Dokter Psikiater di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar, Annisa R, menekankan bahwa hal ini menyebabkan mereka enggan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan jiwa. Annisa menjelaskan bahwa banyak pasien merasa takut untuk berobat ke poli jiwa karena khawatir akan dicap sebagai "gila". Menurutnya, stigma seperti ini sangat merugikan, padahal keluhan yang mereka alami bisa saja sepele, seperti kesulitan tidur atau kecemasan akibat masalah yang dihadapi. "Sayangnya, stigma tersebut membuat mereka merasa tertekan dan memilih untuk tidak mencari bantuan meskipun mereka sadar bahwa mereka membutuhkan pengobatan," ungkapnya saat dihubungi di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Lebih lanjut, Annisa mengungkapkan bahwa keputusan keluarga untuk memasan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa juga merupakan manifestasi dari stigma yang ada di masyarakat. "Keluarga kadang-kadang memilih untuk memasung mereka dengan keyakinan bahwa itu adalah langkah terbaik untuk keselamatan masyarakat," jelasnya. Namun, hal ini sangat disayangkan, karena dukungan dan perhatian dari keluarga adalah faktor kunci dalam proses penyembuhan individu dengan gangguan jiwa. Annisa melanjutkan dengan menekankan pentingnya pendampingan dari anggota keluarga. "Meskipun pasien telah dibawa ke rumah sakit dan tidak dipasung, jika keluarga tidak terlibat secara aktif, pasien mungkin tidak tahu kapan harus minum obat," tambahnya. Sebagai bagian dari upaya sosial, Kementerian Sosial baru-baru ini mengeluarkan seorang individu dengan inisial LB (58) dari situasi pemasungan dan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Polewali Mandar. Pelepasan ini merupakan kegiatan Bakti Sosial yang ke-8 yang berlangsung di Kabupaten Mamasa. Di rumah sakit, LB akan mendapatkan perawatan dan dilakukan evaluasi untuk mengidentifikasi penyebab masalah yang dihadapinya serta mencari solusi untuk pemulihannya. ANTARA