MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, meluncurkan dua inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan sektor pertanian di daerah tersebut. Inovasi ini meliputi Sistem Evaluasi Alsintan Berbasis Teknologi (SEJATI) dan Sistem Informasi Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (SI SEBAR). Peluncuran kedua sistem ini dilakukan pada apel siaga untuk persiapan musim tanam 2024/2025 yang akan berlangsung antara bulan Oktober hingga Maret. Menurut Imran Jauzi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, aplikasi SEJATI hadir sebagai solusi untuk masalah distribusi dan optimalisasi bantuan alat dan mesin pertanian (*alsintan*) yang selama ini ada. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai sumber bantuan, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). SEJATI juga menawarkan solusi untuk pengajuan kebutuhan *alsintan* secara digital, sehingga lebih efisien. Sementara itu, aplikasi SI SEBAR bertujuan untuk mempercepat layanan sertifikasi benih, sehingga para petani dapat segera mendapatkan benih berkualitas sesuai kebutuhan mereka. Sebelumnya, proses pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian dilakukan secara manual, yang mengharuskan kelompok tani di berbagai kabupaten dan kota untuk datang langsung dan membawa pengajuan mereka. Di sisi lain, akses informasi mengenai posisi dan ketersediaan *alsintan* masih menjadi tantangan bagi kelompok tani dan pihak terkait. Hal ini menghambat efisiensi dalam penggunaan peralatan tersebut. Tidak adanya platform untuk menyampaikan keluhan atau masukan terkait pemanfaatan *alsintan* turut memperlambat proses evaluasi dan perbaikan yang diperlukan. Masalah lainnya yang dihadapi ialah prosedur konvensional dalam permohonan sertifikasi benih di UPT Balai Sertifikasi Mutu Benih (BSMB). Para produsen benih yang ingin mengajukan permohonan harus mengirimkan dokumen secara manual, yang tidak hanya menambah waktu tetapi juga biaya pengiriman yang tidak efisien. Selain itu, mereka mengalami kesulitan dalam melacak status permohonan yang diajukan, serta harus datang langsung ke kantor UPT untuk mencetak berkas verifikasi. Inovasi yang diperkenalkan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas TPHBun Sulsel, Mario Mega, dan Kepala Bidang serta UPT Sertifikasi Mutu Benih, Syamsibar, bertujuan untuk mengatasi kendala tersebut. Aplikasi SEJATI dan SI SEBAR dapat diakses melalui alamat sejati.sulselprov.go.id dan sisebar.sulselprov.go.id. Imran menjelaskan bahwa SEJATI adalah sebuah platform digital yang didesain untuk memodernisasi proses pemantauan dan evaluasi penggunaan *alsintan* di Sulsel. Dengan dukungan teknologi ini, pengumpulan data menjadi lebih efisien, akurat, dan transparan, yang diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Adapun inovasi SI SEBAR memberikan keuntungan signifikan bagi produsen benih dalam proses permohonan sertifikasi. Permohonan bisa dilakukan secara langsung melalui aplikasi tanpa kesulitan waktu dan biaya pengiriman. Selain itu, produsen benih juga dapat melacak status permohonan mereka, yang membuat layanan yang diberikan oleh UPT BSMB menjadi lebih transparan, efektif, efisien, dan akuntabel. Para pemohon kini juga dapat mencetak berkas verifikasi langsung dari daerah mereka tanpa harus pergi ke kantor UPT Balai Sertifikasi, yang tentunya menghemat waktu dan tenaga. Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan proses, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih maju dan efisien dalam dunia pertanian. Dengan hadirnya sistem ini, para produsen benih dan pemohon dapat merasakan manfaat positif secara langsung. ANTARA