**Borneonews - Surabaya**, Kota Surabaya, yang terletak di Jawa Timur, telah resmi diakui sebagai Kota Layak Anak Dunia dengan akreditasi dari *United Nations Children's Fund* (UNICEF). Ini juga menjadikannya sebagai bagian dari jaringan global *Child Friendly Cities Initiative* (CFCI), yang mencakup kota-kota ramah anak di seluruh dunia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengungkapkan bahwa Surabaya merupakan kota pertama di Indonesia yang memperoleh status sebagai Kota Layak Anak Dunia. Ia menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan komitmen Surabaya dalam memenuhi standar internasional dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak-anak.
Dalam sebuah acara temu wicara yang bertemakan "Building a Better Future: Surabaya's Steps Toward Global Child-Friendly Recognition," Irvan menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah diambil untuk memenuhi kriteria sebagai kota ramah anak. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengimplementasikan kebijakan berkelanjutan yang berfokus pada anak-anak. Ini mencakup pengembangan infrastruktur dan layanan publik yang ramah kepada anak, serta kebijakan yang mendukung kesejahteraan semua anak di Surabaya.
Infrastruktur ramah anak yang dibangun mencakup Rumah Anak Prestasi (RAP) yang tersebar di empat wilayah di Surabaya, serta pembangunan sekretariat Forum Anak Surabaya (FAS) yang dilengkapi dengan podcast *Si Arek FAS*. Selain itu, juga terdapat pusat informasi sahabat anak, 487 Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang ditempatkan di level RW, dan dua *day care* baru milik Pemerintah Kota Surabaya.
Langkah kedua adalah melibatkan anak-anak dalam proses pembangunan. Anak-anak di Surabaya secara aktif berpartisipasi dalam berbagai forum publik, seperti Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dilakukan di tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota, serta dalam forum-forum konsultasi publik lainnya. Ini memastikan suara anak-anak didengar dan diperhitungkan dalam merumuskan kebijakan.
Sebagai langkah ketiga, Surabaya telah berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama selama enam tahun berturut-turut. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), sebagai pengakuan atas upaya Kota Surabaya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung hak-hak anak.
Selanjutnya, kolaborasi multi-sektor yang dinamakan Heksahelix menjadi langkah keempat. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan organisasi internasional, yang semua berfokus untuk mendukung kebijakan dan program yang ramah anak. Di antaranya adalah Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Kota Surabaya dan Jurnalis Sahabat Anak.
Langkah kelima yang diambil melibatkan penguatan kelembagaan dan kebijakan, dengan penerbitan dua Peraturan Walikota baru. Perwali Nomor 61 Tahun 2024 mengatur tentang mekanisme penyelenggaraan Kota Layak Anak, sedangkan Perwali Nomor 62 Tahun 2024 mengatur tata cara dan mekanisme pemberian perlindungan khusus kepada anak.
Pemkot Surabaya juga telah menginisiasi berbagai program inovatif untuk memfasilitasi partisipasi anak-anak dalam pembangunan melalui Sistem Informasi Kota Layak Anak Surabaya (Si TALAS). Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk terlibat langsung dalam setiap tahap proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
Dengan pengakuan ini, Pemkot Surabaya semakin berkomitmen untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa hak-hak anak terjamin dan kebutuhan mereka mendapatkan perhatian yang layak di masa depan.
ANTARA
Surabaya Raih Pengakuan Sebagai Kota Layak Anak Dunia dari UNICEF
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ubed ke Final French Open setelah Tundukkan Lanier
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Komentar (0)
Memuat komentar…







