**Borneonews - Jakarta**, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya pemberdayaan ekonomi di tingkat desa. Menurutnya, kolaborasi merupakan kunci yang tidak dapat diabaikan. "Tanpa adanya kolaborasi, pemberdayaan ekonomi tidak akan dapat terlaksana dengan baik," ungkap Gus Halim, sapaan akrabnya, saat peluncuran Program Kolaborasi Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) yang mengusung nama Solid, Adaptif, Kolaboratif, Terdepan, dan Inovatif (SAKTI) BUMDes di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang juga diikuti secara daring dari Jakarta.
Pada kesempatan itu, Mendes mengapresiasi hasil program yang dikembangkan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pegawai ASN Kemendes PDTT, Mulyadin Malik, dan Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat, Nursaid. Program ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan desa. Mendes menambahkan bahwa kolaborasi harus dilaksanakan secara seimbang dan dengan semangat kebersamaan, meskipun pelaksanaannya seringkali tidak mudah.
Ia juga menyatakan bahwa dengan adanya kerjasama yang baik antara berbagai pihak di tingkat desa, serta kolaborasi yang terencana, potensi ekonomi yang ada dapat dikelola dengan optimal. Menurutnya, kolaborasi akan menjadi lebih efektif jika didasari oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yang mencerminkan keragaman dalam kesatuan.
Di sisi lain, Luthfiyah Nurlaela, selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat (BPSDM) Kemendes PDTT, menegaskan bahwa kolaborasi adalah bagian dari mandat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 3 Tahun 2024 mengenai Desa. Dalam regulasi tersebut, dijelaskan bahwa baik pemerintah pusat maupun daerah memiliki kewajiban untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat desa dengan pendekatan yang sesuai terhadap kebutuhan masing-masing.
"Berbasis pada hal tersebut, Kemendes terus melakukan pendampingan melalui Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) hingga saat ini," jelas Luthfiyah. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang diperlukan dalam memajukan desa-desa di seluruh Indonesia.
ANTARA
Kolaborasi Kunci Pemberdayaan Ekonomi Desa Menurut Mendes PDTT
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







