JAKARTA –
**Borneonews - New York** Ribuan aktivis melaksanakan unjuk rasa menuntut penghentian segera agresi yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza dan Lebanon dalam rangka mendukung Sidang ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di Manhattan, New York, Amerika Serikat, pada hari Selasa (25/9) waktu setempat. Para demonstran menyampaikan aspirasi mereka dengan mengibarkan bendera Palestina dan Lebanon, serta mengangkat spanduk yang mengecam tindakan kejahatan yang dilakukan oleh Israel. Mereka menyerukan agar agresi dan pendudukan yang telah berlangsung hingga saat ini segera diakhiri. Selain itu, para pengunjuk rasa melakukan pemblokiran terhadap beberapa jalur akses menuju markas besar PBB di New York, bertujuan untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada delegasi yang hadir dalam sidang tersebut. Aksi ini menunjukkan komitmen mereka terhadap isu-isu kemanusiaan yang tengah dihadapi oleh warga di wilayah yang terdampak. Dalam unjuk rasa tersebut, para demonstran menekankan pentingnya masyarakat internasional untuk memberikan tekanan kepada Israel agar menghentikan serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah di Palestina dan Lebanon. Pesan ini jelas menunjukkan solidaritas mereka terhadap rakyat yang terjebak dalam konflik tersebut. Aksi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain di Amerika Serikat, termasuk di Washington D.C. Di sana, puluhan aktivis melakukan aksi duduk di depan Gedung Putih sebagai bentuk protes terhadap dukungan yang diberikan oleh pemerintah AS kepada Israel. Para pengunjuk rasa mengecam tindakan yang dinilai telah memberikan izin kepada pihak Zionis untuk melanjutkan serangkaian pembantaian. Dengan demikian, unjuk rasa ini mencerminkan suara masyarakat yang menginginkan perdamaian dan keadilan bagi mereka yang terdampak oleh konflik berkepanjangan tersebut. ANTARA