BOGOR –
**Borneonews - Kota Bogor**, Polresta Bogor Kota, yang tergabung dalam Polda Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus prostitusi daring di sebuah wisma yang terletak di Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor. Penindakan ini dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan operasi terhadap dugaan praktik tersebut pada dini hari, Rabu. Dalam operasi yang berlangsung tersebut, pihak kepolisian menangkap delapan orang pelaku yang memiliki inisial MI, RP, AR, AD, RA, IN, RT, dan DN. Para pelaku terdiri dari empat pria dan empat wanita, yang semuanya diketahui berasal dari luar daerah Kota Bogor. Menurut penjelasan dari Kasat Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, empat pria tersebut berperan sebagai joki yang menawarkan jasa kepada para pelanggan, sedangkan wanita-wanita itu berperan sebagai penjaja untuk pria-pria yang ingin memanfaatkan jasa mereka. Aji menambahkan bahwa praktik prostitusi daring ini telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Modus operandi yang digunakan oleh para pelaku adalah melalui aplikasi *Michat*, di mana mereka mengarahkan pria-pria yang tertarik menuju wisma tersebut untuk melakukan transaksi. Dalam praktik ini, para joki menawarkan wanita dengan tarif antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu untuk setiap pelanggan. Selain itu, joki mendapatkan keuntungan sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu dari setiap wanita yang mereka tawarkan kepada pelanggan. Tidak hanya mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa enam boks kondom, tujuh unit ponsel, serta sebuah tas berwarna hitam yang berisi ponsel, buku tabungan, dan kondom milik salah satu pelaku. Selain itu, terdapat empat wanita yang menjadi korban dalam praktik prostitusi tersebut. Para korban, yang rata-rata berusia 21 tahun, biasanya melayani sekitar dua hingga tiga pria setiap harinya. Aji menjelaskan bahwa para korban saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Ke depannya, mereka akan diserahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan dan perhatian lebih lanjut. ANTARA