BORNEONEWS, Palangka Raya – Kota Palangka Raya nihil titik api. Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kota Palangka Raya, Anwar Sanusi Umarnur Gayo menegaskan belum ada satupun titik panas maupun titik api di wilayah Kota Palangka Raya. Penegasan Anwar ini sekaligus menepis adanya isu mulai munculnya kabut asap di Kota berjuluk Cantik ini.
“Sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai titik api. Kami terus kordinasi dengan pihak badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Palangka Raya juga belum ada temuan titik api. Masyarakat tidak perlu was-was tetapi tetap harus waspada penanggulangan,” ungkap Anwar kepada Borneonews, Selasa (9/8/2016).
Ia memaklumi, mayoritas masyarakat terbayang trauma tahun lalu dimana asap di langit Ibu Kota Kalteng ini sampai menguning karena saking pekatnya sisa pembakaran lahan. Karena itu ia tegas mengimbau masyarakat untuk tidak sadikitpun terpikir untuk membakar lahan atau pekarangannya.
“Kalau yang ada disebutkan pagi tadi ada asap, itu bukan asap melainkan embun saja. Jangankan titik api, titik panas pun belum ada terdeteksi. Memang, awal agustus diprediksi mulai ada titik panas karena memasuki musim kemarau, tetapi faktanya kan belum ditemukan,” lanjut Kepala BPB-PK Palangka Raya, Anwar Sanusi Umarnur Gayo.
Pihaknya, selain berkordinasi rutin dengan pihak BMKG, juga mengerahkan balakar dan tim serbu api kelurahan (TSAK) untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran atau pembakaran lahan. Anwar juga mengaku sudah tegur sejumlah warga yang ditengarai membakar lahan atau pekarangan.
Terpisah sebelumnya, kinerja penanggulangan bencana sedang menjadi perhatian anggota dewan. Mereka tidak ingin momok bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun lalu, terulang kembali tahun ini juga tahun mendatang.
Seperti disampaikan Jumatni, Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, ia meminta komitmen BPBPK yang sudah dimiliki pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya setahun lalu, agar tidak kecolongan. Ia mminta harus tampil beda dengan tahun lalu ketika belum dibentuk BPBPK.
“Kinerja BPBPK itu harus beda dengan saat belum dibentuk badan tersebut tahun lalu. Kalau tahun lalu kan tidak ada badan tersendiri yang mengelola. Nah kalau sekarang kan sudah ada tersendiri, ya harus tampil beda. Apalagi, selain mendapat pasokan anggaran di APBD Kota, pasokan peralatan yang bertambah, serta kemampuan bisa mengakses bantuan dari pemerintah pusat,” katanya. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








