BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jalan poros jembatan ulin Jalan Mak Jambek, RT 04, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menunggu runtuh.
Sebabnya, tiang penyangga jembatan yang merupakan akses utama masyarakat itu patah dan mengakibatkan bagian jembatan turun, tentu saja hal itu sangat rawan dan membahayakan pengguna jalan.
Sementara usulan pemerintah kelurahan kepada pemerintah hingga saat ini tidak ada realisasinya. Padahal saban musrembang perbaikan jalan jembatan tersebut menjadi usulan prioritas.
Lurah Raja Seberang, Noor Aini juga tak segan mendorong gerobak berisi papan bersama stafnya untuk menambal papan yang sudah patah dan berlubang.
Ketua RT 04, Kelurahan Raja Seberang, Herlina menegaskan bahwa kondisi jembatan ulin tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilewati. Apalagi jalan tersebut merupakan akses lalulintas baik pejalan kaki atau kendaraan roda dua. Menurutnya, pemerintah mungkin akan bereaksi bila ada korban yang jatuh ke sungai.
"Tolong diperhatikan lah infrastruktur di wilayah kami jangan memprioritaskan wilayah pembangunan di wilayah perkotaan saja," tegas dia, Selasa (9/8/2016).
Sementara itu, Bupati Kobar Bambang Purwanto, menegaskan baru-baru ini bahwa perbaikan infrastruktur jembatan tersebut akan dilakukan seiring dengan pembangunan waterfront 2017. Bukan hanya jalur poros tetapi perbaikan akan menyasar hingga masuk ke perkampungan.
"Itu nanti seiring dengan waterfront, apakah nanti perbaikan dilakukan permanen atau tetap dengan bahan ulin," kata Bambang Purwanto.
Pantauan Borneonews, kondisi jembatan yang patah tiang penyangganya tersebut sedikit demi sedikit mengalami penurunan signifikan. Beberapa kendaraan yang melewati jalan tersebut juga terlihat sangat berhati-hati. (KOKO SULISTYO/m)








