**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan komitmennya untuk mengambil langkah tegas terhadap para pelaku usaha pertambangan yang tidak mematuhi peraturan dan kaidah yang telah ditentukan oleh pemerintah. Ia menegaskan pentingnya menjaga lingkungan dan memastikan bahwa kegiatan pertambangan dijalankan sesuai dengan norma yang berlaku.
Dalam sebuah acara penghargaan yang berlangsung di Jakarta, Bahlil menyampaikan bahwa ia sedang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) untuk merumuskan regulasi yang dapat membantu menertibkan perusahaan-perusahaan yang belum sepenuhnya mematuhi prinsip pertambangan yang baik. Ia menekankan, disiplin yang tinggi dalam mematuhi kaidah-kaidah pertambangan sangatlah penting.
Bahlil juga meminta agar perusahaan-perusahaan di sektor tambang, termasuk yang bergerak dalam nikel, batu bara, dan mineral lainnya, lebih memperhatikan ketentuan yang berlaku. Penerapan prinsip baik tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk menjamin keberlangsungan usaha pertambangan itu sendiri. Ia menegaskan tidak berniat bersikap keras, asalkan pengusaha menjalankan aktivitas mereka sesuai ketentuan.
Namun, jika pelanggaran tetap terjadi, ia siap mengambil tindakan tegas guna memastikan agar kegiatan pertambangan dilakukan dengan cara yang bijaksana dan berkelanjutan. Menurut Bahlil, ia berupaya untuk bersikap adil terhadap pengusaha, namun juga meminta agar mereka menaati aturan yang ada sehingga keberlangsungan usaha dapat terjaga.
Ia juga mengajak semua pelaku usaha untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan ketaatan terhadap aturan-aturan lingkungan yang telah ditetapkan. Bahlil menyadari bahwa tidak semua pelanggaran dapat segera diatasi, namun perbaikan secara bertahap tetap harus dilakukan untuk mendukung kegiatan yang berkelanjutan di sektor pertambangan.
Sebagai mantan pengusaha, Bahlil memahami berbagai tantangan yang dihadapi oleh dunia usaha, tetapi ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat merusak lingkungan dan melanggar prinsip hukum yang ada. Ia siap untuk mengambil langkah-langkah tegas jika masih terdapat perusahaan yang mengabaikan aturan.
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa ia mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memastikan bahwa semua perusahaan tambang berjalan sesuai dengan ketentuan. Penegakan regulasi ini merupakan langkah yang tidak hanya dianggap sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai upaya untuk menciptakan industri pertambangan yang lebih berkelanjutan.
"Diperintahkan untuk menertibkan perusahaan yang tidak berkomitmen. Jika ada yang hanya setengah tertib, kami akan meningkatkan prioritas untuk menertibkan. Namun, jika semuanya sudah mengalami kerusakan total, kami terpaksa melakukan tindakan hukum yang lebih tegas," tutupnya.
ANTARA
Bahlil Lahadalia Tegaskan Tindakan Tegas untuk Pertambangan Berkelanjutan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






