**Borneonews - Washington**, Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, menghadapi tantangan berat dalam meraih dukungan dari pemilih di wilayah pedesaan Pennsylvania, menurut pernyataan Paul Gottfried, seorang sejarawan dan analis politik yang berbasis di negara bagian tersebut. Dalam wawancaranya dengan *Sputnik*, Gottfried menekankan adanya ketidakpuasan mendalam yang dirasakan oleh masyarakat pedesaan terhadap partai yang diwakili oleh Harris beserta kebijakan-kebijakan yang diusungnya.
Laporan dari situs berita *Axios* mengungkapkan bahwa kampanye Harris saat ini tengah berusaha menggaet pemilih dari kalangan Republik yang berada di daerah pedesaan. Selain itu, mereka juga berupaya untuk memaksimalkan partisipasi pemilih dari kalangan Demokrat di kota-kota besar seperti Philadelphia dan Pittsburgh. Sebagai bagian dari strategi ini, tim kampanye telah meluncurkan video iklan yang menampilkan dua mantan pendukung Donald Trump, serta menggelar acara yang melibatkan pejabat Republik, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.
Gottfried berpendapat bahwa upaya Harris untuk meraih dukungan di wilayah pedesaan Pennsylvania kemungkinan besar tidak akan membuahkan hasil yang positif. Ia menjelaskan bahwa mayoritas penduduk di daerah tersebut memiliki pandangan negatif terhadap kebijakan yang diusung oleh Kamala Harris, terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan *ideologi progresif*.
Salah satu faktor yang dapat menghalangi langkah Harris adalah sikapnya yang tegas menentang *fracking* atau metode pengeboran untuk ekstraksi minyak dan gas alam dari lapisan bawah tanah. Menurut Gottfried, penolakannya yang konsisten terhadap praktik-praktik yang berkaitan dengan bahan bakar fosil ini berpotensi membuatnya kehilangan dukungan yang signifikan, terutama di wilayah barat Pennsylvania di luar area metropolitan Pittsburgh.
Ia juga menambahkan, "Saya tidak akan terkejut jika penolakan yang besar-besaran dari masyarakat pedesaan ini menjadi penyebab kekalahan Harris di Pennsylvania pada pemilihan presiden mendatang." Selain sebagai analis, Gottfried juga menjabat sebagai profesor emeritus humaniora di Elizabethtown College.
Di sisi lain, menurut data yang dihimpun oleh agregator jajak pendapat *Real Clear Politics*, pada tanggal 10 September, Kamala Harris menunjukkan keunggulan 2,1 persen atas mantan Presiden AS Donald Trump dalam pantauan suara secara nasional. Saat ini, dengan waktu kurang dari enam minggu sebelum hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 5 November, kedua kandidat terlihat saling berhadapan dengan ketat di berbagai negara bagian krusial, termasuk Pennsylvania, di mana Harris unggul tipis dengan selisih 0,6 persen.
ANTARA
Harris Hadapi Tantangan Dapatkan Dukungan di Pedesaan Pennsylvania
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Salurkan Bantuan Karhutla untuk Masyarakat Desa Tanjung Putri
Menlu Belgia: Keputusan Soal Pemimpin Iran Sepenuhnya di Tangan Rakyat
Truk Mogok Dihantam Truk Dump di Trans Kalimantan Km 6 Kapuas Timur
BPOM Terbitkan Izin Edar Bagi 43 Obat TB Selama 2024-2026
BPOM: Inovasi Kesehatan Jawab Tantangan Penyakit Langka Global
Bapenda Barito Timur Perluas Edukasi Pajak, Empat Kecamatan Sudah Disambangi
Komentar (0)
Memuat komentar…







